Nefrindo, Oktavianus Nefrindo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan bagi Calon Pemimpin yang Berciri Kalos Kagathos menurut Plato dan Driyarkara dalam Konteks Demokrasi di Tengah Masyarakat Plural di Indonesia Iswandi, Ferdinandus Iswandi; Nefrindo, Oktavianus Nefrindo; Prakosa, JB Heru
Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual Vol 3, No 1 (2025): Divinitas January
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/div.v3i1.11627

Abstract

Ideal leadership in a democratic system demands a leader who is not only intelligent but also possesses moral wisdom and integrity. The concept of *kaloskagathos*, introduced by Plato, describes an individual who excels both intellectually and ethically, making them worthy of leadership. On the other hand, N. Driyarkara emphasizes education as a process of humanization aimed at shaping individuals who are socially responsible and aware of communal solidarity.  This article examines the concept of education for future leaders according to Plato and Driyarkara and its relevance in shaping democratic and pluralistic leadership in Indonesia. Through a literature review method, this study finds that leadership education should focus on character development, wisdom, and an understanding of diversity. An ideal education system for leaders in a pluralistic society like Indonesia must integrate philosophical approaches, leadership ethics, and humanistic values to foster social justice and harmony.AbstrakDalam tulisan ini, penulis mengkaji pemikiran Filsuf Plato dan Driyarkara mengenai proses pendidikan dan pencarian pemimpin kalos kagathos . Istilah kalos kagathos Merujuk pada konsep kesatuan antara kebaikan ( kalos ) dan kebajikan ( kagathos ) yang dikenakan pada seorang pemimpin yang ideal. Dalam karya-karyanya, Plato berbicara tentang pentingnya pendidikan untuk membentuk pemimpin yang berkarakter, bijaksana, dan adil. Sedangkan dalam pandangan Nicolaus Driyarkara, ditekankan nilai-nilai kemanusiaan atau humanisasi dan spiritual dalam pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mendidik dan mencari calon pemimpin yang berciri Kalos kagathos dalam konteks demokrasi Indonesia saat ini. Demokrasi sendiri bisa dimaknai pula sebagai ajang perjumpaan antara berbagai elemen masyarakat yang berbeda dalam semangat keterbukaan dan dianugerahi demi kebaikan bersama ( bonum commune ). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka, penulis menggali pandangan kedua filsafat tersebut, kemudian menerapkan konsep-konsep yang relevan dalam konteks pendidikan kepemimpinan di Indonesia saat ini. Hasil penelitian menunjukkan, dengan menganalisis pemikiran dari kedua tokoh ini, bahwa upaya identifikasi inti pendidikan yang ideal harus dilakukan dengan membentuk karakter pemimpin yang tidak hanya berkompeten tetapi juga memiliki nilai etika dan moral yang kuat.