Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DR. Omar Suleiman's Da'wah Approach To Deaf People With Disabilities Nur Rohman, Angga
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 2 No. 5 (2023): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v2i5.82

Abstract

Da'wah to invite people to good and prevent bad deeds must be done to everyone without exception, including those with disabilities such as the Deaf. However, proselytizing to those who are deaf rarely gets attention and is still done individually. There needs to be a transformative deaf da'wah approach in spreading Islamic values as done by Dr. Omar at the Yaqeen Institute. This study aims to describe Dr. Omar's Deaf da'wah approach and be able to provide examples for other preachers. The research method uses qualitative descriptive techniques with a phenomenological approach. The results of this study explain that Dr. Omar's da'wah approach is based on deaf mad'u with Sign Language Interpreters playing an important role in transferring his da'wah messages. Mad'u Tunarungu makes the da'wah approach use a variety of delivery to be understood and accessible for those who are deaf such as the use of various social media Instagram, Youtube and Twitter, he also makes deaf works of books. Thus, those who are deaf are able to access and receive their message of da'wah anywhere and anytime. However, it requires deaf people to be able to master sign language in order to understand Dr. Omar Suleiman's Friday sermon
Dakwah Inklusif di Era Digital: Analisis Konten Youtube Gus Baha untuk Penguatan Kebinekaan Nur Aini, Chusnia; Nur Rohman, Angga
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.403

Abstract

Artikel ini membahas praktik dakwah inklusif di era digital dengan menganalisis konten YouTube Gus Baha sebagai model penguatan kebinekaan di Indonesia. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya polarisasi sosial dan penyebaran narasi keagamaan eksklusif di ruang digital yang berpotensi melemahkan harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk dakwah inklusif yang ditampilkan dalam ceramah Gus Baha serta menilai kontribusinya terhadap pembentukan wacana keberagaman yang moderat. Analisis dilakukan dengan pendekatan teori komunikasi dakwah, Islam inklusif, dan studi media digital. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif terhadap sejumlah video ceramah yang dipilih berdasarkan relevansi tema, intensitas pesan toleransi, serta tingkat keterlibatan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gus Baha secara konsisten menghadirkan narasi keagamaan yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan, rekonsiliasi sosial, dan pemahaman teks keagamaan yang humanis. Konten dakwahnya memperlihatkan efektivitas medium digital dalam memperluas jangkauan pesan moderasi beragama sekaligus memperkuat nilai kebinekaan di ruang publik digital. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi platform digital sebagai ruang produksi wacana keagamaan yang inklusif.