PURBA, DITA LOVIANNA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PBL GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA TOPIK MATRIKS KELAS XI SMA SWASTA GKPI PAMEN PURBA, DITA LOVIANNA; SARAGIH , DWITA LESTARI; HALOHO, EKA CHRISTY; NASUTION , NUR HAFIZAH; MANIK , ROMAIDA FITRIANI BR; SIMANIHURUK, SRI VIONI NOVENA; HUTAPEA , YOKEBET; SIREGAR, BUDI HALOMOAN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4632

Abstract

ABSTRACT This study aims to assess the implementation of the PBL model in improving problem solving competence on the topic of matrix in class XI of GKPI Pamen Private High School. The background of this study is the low problem solving ability of students, especially on the topic of matrix. This study uses a quasi-experimental method using initial and final tests in the teaching and learning process. Information was collected through the results of the initial and final problem solving tests of the teaching and learning process, then analyzed using t-tests to ensure the significance of the comparison between the experimental class with the PBL model and conventional learning in the control class. The results of this study showed that students who learned with the PBL model experienced a significant increase in problem solving competence compared to those who followed the learning through the conventional process. The conclusion of this study shows that PBL can improve problem solving competence specifically on matrix material, which has a positive influence on the quality of mathematics education at the high school level. This research is expected to contribute to the development of more innovative education in learning mathematics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi model PBL dalam meningkatkan kompetensi pemecahan masalah pada topik matriks kelas XI SMA Swasta GKPI Pamen. Latar belakang penelitian ini merupakan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa khususnya pada topik matriks. Penelitian ini memakai metode quasi-experimental dengan menggunakan test awal dan akhir pada proses belajar mengajar. Informasi dikumpulkan melalui hasil test awal dan akhir pemecahan masalah proses belajar mengajar, kemudian dianalisis memakai uji t(t-test) untuk memastikan signifikansi perbandingan antara kelas eksperimen dengan model PBL dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model PBL mengalami kenaikan yang signifikan dalam kompetensi pemecahan masalah dibanding dengan yang mengikuti pembelajaran melalui proses konvensional. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa PBL dapat meningkatkan kompetensi pemecahan masalah terkhusus pada materi matriks, yang memberikan pengaruh positif pada kualitas pendidikan matematika di tingkat SMA. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan yang lebih inovatif dalam belajar matematika.
ANALYSIS OF STUDENT ERRORS BASED ON NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) IN SOLVING COMPLEX PROBLEMS RELATED TO FUNCTION MATERIAL Elita, Dian; Purba, Dita Lovianna; Saragih, Dwita Lestari; Haloho, Eka Chirsty; Siregar, Budi Halomoan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10335

Abstract

ABSTRACT Students' errors in solving mathematics problems, particularly on the topic of functions, still frequently occur and need to be analyzed systematically.This study aims to examine students’ errors in solving mathematical problems on function topics based on Newman’s Error Analysis (NEA) procedure. A descriptive qualitative approach was employed in this research. The participants were 23 eleventh-grade students of SMA GKPI Padang Bulan Medan who had previously studied functions. Data were collected through a written test consisting of five word problems and follow-up interviews to explore students’ thinking processes in greater depth. The data were analyzed using Newman’s five stages of error, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. The findings reveal that the most dominant error was encoding error (51.30%), followed by process skill errors (46.96%), transformation errors (39.13%), comprehension errors (34.78%), and reading errors (26.09%). These results indicate that students still encounter difficulties at multiple stages of problem solving, particularly in presenting final answers accurately and carrying out systematic procedures. Therefore, appropriate instructional strategies are needed to enhance students’ conceptual understanding, improve accuracy in calculations, and develop their ability to express final answers clearly and systematically. ABSTRAK Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika khususnya pada materi fungsi masih sering terjadi dan perlu dianalisis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesalahan siswa dalam memecahkan soal matematika pada topik fungsi berdasarkan prosedur Analisis Kesalahan Newman (NEA). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Peserta penelitian adalah 23 siswa kelas XI SMA GKPI Padang Bulan Medan yang sebelumnya telah mempelajari fungsi. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang terdiri dari lima soal cerita dan wawancara lanjutan untuk mengeksplorasi proses berpikir siswa secara lebih mendalam. Data dianalisis menggunakan lima tahap kesalahan Newman, yaitu membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan pengkodean. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan pengkodean (51,30%), diikuti oleh kesalahan keterampilan proses (46,96%), kesalahan transformasi (39,13%), kesalahan pemahaman (34,78%), dan kesalahan membaca (26,09%). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan pada berbagai tahap pemecahan masalah, terutama dalam menyajikan jawaban akhir secara akurat dan melaksanakan prosedur secara sistematis. Oleh karena itu, strategi pengajaran yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa, meningkatkan akurasi perhitungan, dan mengembangkan kemampuan mereka untuk mengekspresikan jawaban akhir secara jelas dan sistematis.