Izzaturrahmah, Nur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesiapan Kota Gorontalo pada Dimensi Smart Mobility sebagai Upaya Menuju Kota Cerdas Izzaturrahmah, Nur; Ramadhan, Muh Raihan; Fridayani, Helen Dian
Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jpk.v6i2.22821

Abstract

Implementasi konsep Smart mobility memiliki arti penting yang signifikan bagi Kota Gorontalo dan perkembanganya menuju Kota Cerdas yang efisien dan berkelanjutan. Beberapa arti penting dari implementasi Smart mobility di Kota Gorontalo yaitu meningkatkan kualitas hidup dengan mengadopsi Smart mobility agar dapat meningkatkan kualitas hidup penduduknya melalui sistem trasnportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi. Hal ini dapat mengurangai kemacetan, polusi udara, dan waktu perjalanan, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat. Dengan memahami arti penting dari implementasi Smart mobility, Kota Gorontalo dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesiapanya dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan visi menjadi Kota Cerdas yang efisien, berkelanjutan, dan kompetitif. Dalam studi mengenai kesiapan Kota Gorontalo dalam dimensi Smart mobility. Hal ini juga dilakukan untuk mengelolah informasi lebih lanjut terkait data yang sudah ada. Dalam mengelolah data melalui empat tahap analisis yg pertama, mengumpulkan data sekunder untuk diolah. Kedua, melakukan reduksi data dengan memilih dan mengklasifikasikan data sekunder yang sudah diperoleh dengan teori Smart city. Ketiga, penyajian mengenai data yang sudah diolah dan diklasifikasikan melalui Nvivo 12 dalam bentuk grafik untuk memudahkan pemahaman pembaca terhadap penelitian ini. Keempat, menarik kesimpulan terkait data yang sudah diperoleh dan menjelaskan hasil akhir dari penelitian ini. Bedasarkan hasil penelitian mengenai tingkat kesiapan Kota Gorontalo dalam dimensi Smart mobility menunjukan kemajuan positif dalam implementasi konsep smart mobility. Terlihat bahwa stasiun kereta api Kota Medan, yang menjadi fokus penelitian, telah siap mengimplementasikan Smart mobility dari perspektif aksesibilitas, keberlanjutan, dan teknologi informasi dan komunikasi. Konsep transportasi berkelanjutan menjadi kunci dalam pembangunan Smart city, dengan fokus pada efisiensi, kesejatraan, aksesibilitas, dan pengurangan dampak lingkungan. Pemahaman yang mendalam mengenai konsep Smart city dan Smart mobility, diharapkan Kota Gorontalo dapat terus bertrasformasi menjadi kota yang moderndan efisien.
Kesiapan Kota Gorontalo pada Dimensi Smart Mobility sebagai Upaya Menuju Kota Cerdas Ramadhan, Muh Raihan; Nurmandi, Achmad; Fridayani, Helen Dian; Izzaturrahmah, Nur
Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jpk.v6i2.22821

Abstract

Implementasi konsep Smart mobility memiliki arti penting yang signifikan bagi Kota Gorontalo dan perkembanganya menuju Kota Cerdas yang efisien dan berkelanjutan. Beberapa arti penting dari implementasi Smart mobility di Kota Gorontalo yaitu meningkatkan kualitas hidup dengan mengadopsi Smart mobility agar dapat meningkatkan kualitas hidup penduduknya melalui sistem trasnportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi. Hal ini dapat mengurangai kemacetan, polusi udara, dan waktu perjalanan, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat. Dengan memahami arti penting dari implementasi Smart mobility, Kota Gorontalo dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesiapanya dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan visi menjadi Kota Cerdas yang efisien, berkelanjutan, dan kompetitif. Dalam studi mengenai kesiapan Kota Gorontalo dalam dimensi Smart mobility. Hal ini juga dilakukan untuk mengelolah informasi lebih lanjut terkait data yang sudah ada. Dalam mengelolah data melalui empat tahap analisis yg pertama, mengumpulkan data sekunder untuk diolah. Kedua, melakukan reduksi data dengan memilih dan mengklasifikasikan data sekunder yang sudah diperoleh dengan teori Smart city. Ketiga, penyajian mengenai data yang sudah diolah dan diklasifikasikan melalui Nvivo 12 dalam bentuk grafik untuk memudahkan pemahaman pembaca terhadap penelitian ini. Keempat, menarik kesimpulan terkait data yang sudah diperoleh dan menjelaskan hasil akhir dari penelitian ini. Bedasarkan hasil penelitian mengenai tingkat kesiapan Kota Gorontalo dalam dimensi Smart mobility menunjukan kemajuan positif dalam implementasi konsep smart mobility. Terlihat bahwa stasiun kereta api Kota Medan, yang menjadi fokus penelitian, telah siap mengimplementasikan Smart mobility dari perspektif aksesibilitas, keberlanjutan, dan teknologi informasi dan komunikasi. Konsep transportasi berkelanjutan menjadi kunci dalam pembangunan Smart city, dengan fokus pada efisiensi, kesejatraan, aksesibilitas, dan pengurangan dampak lingkungan. Pemahaman yang mendalam mengenai konsep Smart city dan Smart mobility, diharapkan Kota Gorontalo dapat terus bertrasformasi menjadi kota yang moderndan efisien.
Comparing UNDP Poverty Reduction Policies in Rwanda and Haiti: A Policy Transfer Perspective Izzaturrahmah, Nur; Satriannisa, Hasna
Agile Governance and Innovation Measurement Journal Vol. 3 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Center for Public Policy and Digital Government Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agimjournal.v3i1.38

Abstract

This research aims to analyze the comparative implementation of UNDP poverty reduction policies in Rwanda and Haiti in the context of achieving the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 1: No Poverty. Using a qualitative comparative method, this study explores the policy transfer process, adaptation, and outcomes in the two countries based on the Policy Transfer Theory by Dolowitz and Marsh. Data was collected from UNDP reports, country evaluations, and secondary sources. Rwanda was chosen as a case of relative success, while Haiti represents a case of limited effectiveness. The research found that Rwanda's success was driven by strong local adaptation, stakeholder participation, and integration of poverty policies with national development plans. In contrast, Haiti faces challenges such as weak governance, lack of local ownership, and over-reliance on external actors. The findings highlight that successful policy transfer requires contextual adaptation, institutional capacity, and inclusive governance. This research contributes to the understanding of global governance in development policy and emphasizes the importance of adapting international frameworks to local realities. It underscores how policy transfer mechanisms can support or hinder the achievement of global development goals depending on national conditions and the quality of governance.