Hafiza, Mutia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIS MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA SISWA KELAS 11 SMA YPK Gultom, Glori Cahaya; Hafiza, Mutia; Rehana, Rehana; Kaban, Rifka Elianti br; Ambarita, Samuel Yordan; Siregar, Budi Halomoan; Saragih, Saripah Erguna br
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4610

Abstract

The purpose of this study was to improve students' mathematical literacy competence in class XI at SMA YPK Medan by implementing the Realistic Mathematics Education (RME) approach supported by educational technology. Mathematical literacy includes students' ability to understand, interpret, and apply mathematical concepts in real-world contexts. In this study, an experimental approach with pre-tests and post-tests was used to compare the results of the control and experimental classes. The experimental class was taught using the RME approach supported by technology such as mathematics learning applications and interactive media, while the control class used traditional teaching methods without technological support. Data were analyzed using a t-test to analyze differences in mathematical competence between the two classes. The results of this study indicate that the RME approach supported by technology is significantly more effective in improving students' mathematical literacy compared to traditional methods, especially in terms of formulating, interpreting, and applying mathematics to solve real-world problems. This research also shows that the integration of technology in mathematics learning can enrich students' learning experiences, increase engagement, and support the development of better mathematical skills. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi literasi matematika siswa pada kelas XI di SMA YPK Medan dengan menerapkan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) yang didukung oleh teknologi pendidikan. Literasi matematika mencakup kemampuan siswa dalam memahami, menginterpretasikan, dan mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam konteks dunia nyata. Dalam penelitian ini, pendekatan eksperimental dengan pre-test dan post-test digunakan untuk membandingkan hasil dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen diajar menggunakan pendekatan PMR yang didukung oleh teknologi seperti aplikasi pembelajaran matematika dan media interaktif, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pengajaran tradisional tanpa dukungan teknologi. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk menganalisis perbedaan kompetensi matematika antara kedua kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan PMR yang didukung oleh teknologi secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan literasi matematika siswa dibandingkan dengan metode tradisional, terutama dalam hal merumuskan, menafsirkan, dan mengaplikasikan matematika untuk memecahkan masalah dunia nyata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, meningkatkan keterlibatan, dan mendukung pengembangan keterampilan matematika yang lebih baik.
PENGEMBANGAN MEDIA AUGMENTED REALITY BERBASIS PMR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI Putri, Aisya Nabila; Hafiza, Mutia; Ambarita, Samuel Yordan; Nabilah, Wildani Nisrina; Suwanto, Fevi Rahmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5635

Abstract

This study aims to develop a learning medium based on Augmented Reality (AR) integrated with the Realistic Mathematics Education (RME) approach to enhance students’ conceptual understanding in mathematics. The use of less interactive learning methods often leads to students having difficulty grasping abstract concepts. By combining AR technology with the RME approach, learning is expected to become more visual, contextual, and meaningful. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The media was developed using the Assembler Edu application, validated by experts, and implemented among tenth-grade students at SMA Negeri 3 Medan. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, and questionnaires. The results showed an average post-test score increase of 27% compared to the pre-test, indicating a significant improvement in students’ conceptual understanding. In addition, most students responded positively to the media, stating that it was engaging, easy to use, and helped them understand the material more clearly. The media also supports key principles of RME, such as guided reinvention and the use of real-world contexts in the learning process. Based on these findings, the AR-based learning media integrated with RME is considered effective in improving the quality of mathematics instruction and is recommended as an innovative alternative to create more interactive and enjoyable learning experiences. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) guna meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang interaktif sering kali membuat siswa kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak. Dengan menggabungkan teknologi AR dan pendekatan PMR, pembelajaran diharapkan menjadi lebih visual, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media dikembangkan menggunakan aplikasi Assembler Edu, divalidasi oleh para ahli, dan diterapkan pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Medan. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai post-test sebesar 27% dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep siswa. Selain itu, mayoritas siswa memberikan tanggapan positif terhadap media, menyatakan bahwa tampilannya menarik, mudah digunakan, dan membantu dalam memahami materi secara lebih jelas. Media ini juga mendukung prinsip-prinsip PMR, seperti guided reinvention dan penggunaan konteks nyata dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, media AR berbasis PMR dinyatakan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan direkomendasikan sebagai alternatif inovatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
ANALYSIS OF STUDENTS' MISCONCEPTIONS ON PRIME NUMBERS BASED ON THE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) Putri, Aisya Nabila; Saragih, Amelia Cristy; Hafiza, Mutia; Kaban, Rifka Elianti Br; Ambarita, Samuel Yordan; Siregar, Budi Halomoan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10162

Abstract

ABSTRACT Misconceptions are one of the common problems in mathematics learning and can hinder students’ conceptual understanding. In the topic of prime numbers, misunderstandings often occur because students do not fully comprehend the definition and characteristics of the factors of a number. Therefore, a systematic identification is needed to determine the types of misconceptions experienced by students. This study aims to analyze students’ misconceptions on the topic of prime numbers using the Certainty of Response Index (CRI) method. This study employed a quantitative approach with a descriptive research design. The research subjects were 23 ninth-grade students at SMP Deli Murni Sukamaju. Data were collected through a diagnostic test consisting of 15 questions equipped with a CRI scale to measure students’ confidence in their answers. The data were analyzed by grouping students’ responses based on answer accuracy and confidence level, which were then classified into four categories of understanding: conceptual understanding, misconception, lack of understanding, and guessing. The results showed that out of 345 student responses, 31.6% were categorized as understanding the concept, 39.1% experienced misconceptions, 20.9% did not understand the concept, and 8.4% answered by guessing. The dominant misconceptions were related to the definition of prime numbers, determining the factors of a number, and the assumption that all odd numbers are prime numbers. These findings indicate that the CRI method is effective in identifying students’ misconceptions and can serve as a basis for teachers to design learning strategies that emphasize conceptual understanding. ABSTRAK Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran matematika dan dapat menghambat pemahaman konsep siswa. Pada materi bilangan prima, kesalahan pemahaman sering terjadi karena siswa belum sepenuhnya memahami definisi dan karakteristik faktor suatu bilangan. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi yang sistematis untuk mengetahui bentuk miskonsepsi yang dialami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi bilangan prima dengan menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas IX di SMP Deli Murni Sukamaju. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik sebanyak 15 soal yang dilengkapi dengan skala CRI untuk mengukur tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban yang diberikan. Data dianalisis dengan mengelompokkan respons siswa berdasarkan ketepatan jawaban dan tingkat keyakinan, kemudian diklasifikasikan ke dalam empat kategori pemahaman, yaitu memahami konsep, miskonsepsi, tidak memahami konsep, dan menebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 345 respons siswa, sebesar 31,6% termasuk kategori memahami konsep, 39,1% mengalami miskonsepsi, 20,9% tidak memahami konsep, dan 8,4% menjawab dengan menebak. Miskonsepsi yang dominan berkaitan dengan definisi bilangan prima, penentuan faktor bilangan, serta anggapan bahwa semua bilangan ganjil adalah bilangan prima. Temuan ini menunjukkan bahwa metode CRI efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep.