Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka ruang baru dalam dinamika hubungan internasional, di mana keamanan siber menjadi tantangan kompleks yang membutuhkan pendekatan strategis diplomatik multidimensional. Penelitian ini mengeksplorasi strategi diplomatik internasional dalam mengatasi ancaman keamanan siber yang semakin canggih dan sistematis. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis komparatif, kajian mendalam dilakukan terhadap berbagai mekanisme diplomasi siber yang telah diterapkan oleh negara-negara dan organisasi internasional. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi pola-pola kerja sama internasional, kerangka hukum, serta mekanisme negosiasi yang efektif dalam menanggulangi kejahatan siber lintas batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diplomatik yang komprehensif mensyaratkan integrasi pendekatan multilateral, bilateral, dan multistakeholder. Dimensi kunci meliputi pembangunan norma-norma internasional, pertukaran intelijen keamanan siber, harmonisasi regulasi, serta pengembangan kapasitas bersama.Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keberhasilan strategi diplomatik keamanan siber bergantung pada kemampuan aktor internasional untuk menciptakan kepercayaan, membangun komunikasi yang transparan, dan mengembangkan mekanisme resolusi konflik di ranah siber. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memahami kompleksitas diplomasi keamanan siber serta menawarkan rekomendasi praktis bagi para pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.