Putra Hadi, Muhammad Rizky
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model inovasi latihan meningkatkan keterampilan smash badminton Putra Hadi, Muhammad Rizky; Mashud, Mashud
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 23, No 4 (2024): Special Issue National Conference: Mengembalikan Marwah PJOK dan Penerapan Tekn
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v23i4.22037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model inovasi pelatihan guna meningkatkan keterampilan smash dalam olahraga badminton melalui integrasi tiga pendekatan, yaitu Direct Instruction (DI), Practice Style (PS), dan Inclusion Style (IS). Direct Instruction digunakan untuk memberikan pemahaman teknis yang sistematis, Practice Style memastikan latihan yang terstruktur dan konsisten, sementara Inclusion Style memungkinkan atlet memilih tingkat kesulitan latihan sesuai dengan kemampuannya. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperhatikan motivasi dan kemandirian atlet dalam proses pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber akademik terkait model pelatihan dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan motorik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi ketiga pendekatan ini dapat meningkatkan efektivitas pelatihan dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih adaptif, mendukung perkembangan keterampilan secara progresif, serta meningkatkan kepercayaan diri atlet dalam menguasai teknik smash. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pelatihan berbasis integrasi DI, PS, dan IS dapat diterapkan dalam berbagai tingkat pembinaan atlet, baik di sekolah, klub, maupun akademi olahraga. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah melakukan uji coba empiris untuk mengukur efektivitas model ini secara langsung dalam lingkungan pelatihan yang lebih luas. Dengan penerapan yang tepat, model ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelatihan badminton serta membentuk atlet yang lebih kompetitif dan mandiri.