ABSTRAKPenelitian ini didasari oleh rendahnya keterlibatan aktif dan hasil belajar siswa. Fokus penelitian untuk mengeksplorasi pengaruh model VCT tipe analisis nilai terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Metode quasi eksperimen diimplementasikan untuk melaksanakan penelitian ini. Sampel yang dipilih meliputi seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 1 dan 2 Babakanmulya, dengan jumlah total siswa sebanyak 41 orang. Sampel penelitian dipilih dengan teknik pemilihan berdasarkan tujuan atau kriteria tertentu. Aktivitas belajar siswa dinilai menggunakan lembar observasi, sedangkan aspek kognitif diukur melalui pretest dan posttest yang mencakup 15 soal pilihan ganda yang telah tervalidasi oleh dosen ahli serta siswa. Penganalisisan data dilakukan melalui uji t dan uji N-Gain untuk melihat penentuan efektifnya model VCT dan model konvensional. Penelitian ini menemukan bahwa keikutsertaan siswa dalam kelas perlakuan berdampak pada peningkatan tingkat aktivitas belajar mereka, tercatat sebesar 80,42%, yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan 61% di kelas pembanding. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas belajar di kelas perlakuan mengungguli kelas pembanding, mengakibatkan persetujuan terhadap Ha dan penolakan terhadap Ho. Adapun nilai rata-rata kognitif siswa di kelas perlakuan mencapai 86,28, sementara di kelas pembanding mencatatkan nilai 77,35. Berdasarkan pemeriksaan statistik, ditemukan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,009 < 0,05, menyatakan persetujuan terhadap Ha dan penolakan terhadap Ho. Dengan kata lain, model pembelajaran VCT yang menganalisis nilai memiliki pengaruh yang menguntungkan terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar kognitif pada siswa kelas IV selama proses pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar.Kata kunci: aktivitas belajar; hasil belajar; model pembelajaran VCT analisis nilai