Air cucian beras atau bahasa jawa nya disebut sebagai “air leri” merupakan limbah organik yang dapat dijumpai dalam keseharian masyarakat serta penggunaannya belum dimanfaatkan secara efektivitas untuk jenis tanaman sayuran. Padahal, air leri bisa dijadikan untuk penambahan ZPT dan berbagai kandungan unsur hara juga bisa dijumpai dalam air leri. Artikel ini memiliki tujuan mengumpulkan berbagai hasil peneliti terdahulu yang relevan dengan judul, sehingga penggunaan limbah air leri mampu direalisasikan. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif jenis studi literatur pada bulan Oktober-November 2024. Proses pencarian studi literature meliputi berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal ilmiah, skripsi, publikasi ilmiah, pendapat ahli, dan peraturan yang terkait dengan topik penelitian. Hasil didapat jika penggunaan air leri beras putih lebih banyak dipilih dalam pertumbuhan tanaman sayuran dibandingkan air leri beras merah. Berbagai jenis sayuran meliputi terong ungu, kangkung darat, cabai rawit, jamur tiram, seledri, dan sawi hijau. Adapun peranan air leri beras putih lebih banyak dipilih dikarenakan kandungan pati lebih tinggi. Molekul amilopektin dan amilosa, yang terdiri dari monomer α-D-glukosa, adalah komponen utama pati beras. Molekul amilosa memiliki struktur linear dan monomernya adalah α-D-glukosa Dengan memanfaatkan kandungan pati ini, mikroorganisme tanah yang bermanfaat dapat meningkatkan kesuburan tanah. Sebaliknya, kandungan pati pada beras merah tergolong rendah.