Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review : Mengatasi Ancaman Kerusakan Lingkungan akibat Penggunaan Bahan Kimia Berlebih dengan Sistem LEISA Angelica Tricia W; Devi Oktaviani S; Sasha Amalia; Ainin Tusamma S; Bagas Prio S; Dian Latifah; Lusanna Rosita Dewi
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i1.24588

Abstract

Kecenderungan   semakin   intensifnya   penggunaan kimia dalam   kegiatan   budidaya   pertanian menyebabkan terjadinya ketimpangan hara lainnya dan semakin merosotnya kandungan bahan organik tanah.  Penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian hama dan penyakit menyebabkan lingkungan menjadi rusak karena adanya residu pestisida yang tertinggal di dalam tanah. Degradasi   kesuburan   tanah dan   residu   bahan   aktif   pestisida yang   akan   mengancam keberlanjutan  usaha  tani.    Untuk  mengurangi  pemakaian  bahan  kimia  dalam  usaha  budidaya  tanaman padi dapat  dilakukan  dengan teknologi Low  External  Input  Sustainable  Agriculture (LEISA). Kajian literatur ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan LEISA dalam bidang pertanian menunjukkan hasil positif untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang diakibatkan penggunaan bahan kimia. Hasil kajian menyatakan bahwa penerapan LEISA dalam penggunaan pupuk organik, pengendali hama hayati, hingga mekanisme sistem pertanian mampu mengurangi bahan kimia yang dapat merusak lingkungan. 
Studi Literature : Potensi Jenis Air Leri Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sayuran Sinta Arimah; Lusanna Rosita Dewi
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i1.25021

Abstract

Air cucian beras atau bahasa jawa nya disebut sebagai “air leri” merupakan limbah organik yang dapat dijumpai dalam keseharian masyarakat serta penggunaannya belum dimanfaatkan secara efektivitas untuk jenis tanaman sayuran. Padahal, air leri bisa dijadikan untuk penambahan ZPT dan berbagai kandungan unsur hara juga bisa dijumpai dalam air leri. Artikel ini memiliki tujuan mengumpulkan berbagai hasil peneliti terdahulu yang relevan dengan judul, sehingga penggunaan limbah air leri mampu direalisasikan. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif jenis studi literatur pada bulan Oktober-November 2024. Proses pencarian studi literature meliputi berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal ilmiah, skripsi, publikasi ilmiah, pendapat ahli, dan peraturan yang terkait dengan topik penelitian. Hasil didapat jika penggunaan air leri beras putih lebih banyak dipilih dalam pertumbuhan tanaman sayuran dibandingkan air leri beras merah. Berbagai jenis sayuran meliputi terong ungu, kangkung darat, cabai rawit, jamur tiram, seledri, dan sawi hijau. Adapun peranan air leri beras putih lebih banyak dipilih dikarenakan kandungan pati lebih tinggi. Molekul amilopektin dan amilosa, yang terdiri dari monomer α-D-glukosa, adalah komponen utama pati beras. Molekul amilosa memiliki struktur linear dan monomernya adalah α-D-glukosa Dengan memanfaatkan kandungan pati ini, mikroorganisme tanah yang bermanfaat dapat meningkatkan kesuburan tanah. Sebaliknya, kandungan pati pada beras merah tergolong rendah.