Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Contextual Teaching Learning (CTL) dan E-Learning dalam Perspektif Islam Abd Madjid
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i3.379

Abstract

This article will discuss the Islamic perspective to explain the application of contextual teaching learning (CTL) methods found in the Qur'an, by utilizing e-learning that can facilitate online learning. The purpose of this article is to explain the concept of contextual teaching learning (CTL) contained in the verses of the Qur'an and the use of e-learning to improve student learning outcomes in online learning. The method used in writing this article is qualitative research with the type of literature review. The results of this article show that the contextual teaching learning (CTL) method is one method to improve student learning outcomes by learning independently, creatively, student-centered and more meaningful and utilizing e-learning to facilitate learning outcomes in online learning.
Implementasi Silabus Akidah Akhlak dalam Pembelajaran Integratif antara Iman, Ilmu, dan Amal di tingkat SMA Anis, Abdul Latief; Abd Madjid
Journal in Teaching and Education Area Vol. 3 No. 1 (2026): JITERA - Journal in Teaching and Education Area
Publisher : Yayasan Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69673/kcme9v94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi silabus Akidah Akhlak dalam pembelajaran integratif antara iman, ilmu, dan amal di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena krisis moral di kalangan peserta didik yang menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan guru Pendidikan Agama Islam sebagai informan utama melalui teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual silabus dan perangkat pembelajaran telah dirancang dengan mengintegrasikan nilai iman, ilmu, dan amal. Namun, dalam praktiknya, integrasi tersebut belum berjalan optimal, terutama pada aspek amal yang masih bersifat insidental dan belum terstruktur secara berkelanjutan. Faktor pendukung implementasi meliputi kompetensi dan keteladanan guru, budaya religius sekolah, serta dukungan sarana prasarana. Adapun faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu pembelajaran, dominasi penilaian kognitif, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan lemahnya sinergi dengan keluarga. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan aspek praksis, evaluasi multidimensi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan guna mewujudkan pembelajaran Akidah Akhlak yang holistik dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.