Heriyanti, An’nisaa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS PURABAYA KABUPATEN SUKABUMI Heriyanti, An’nisaa; Putri, Afifah Dwi Alya
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : LPPM AKBID BI Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65854/jikk.v4i2.9

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Beberapa faktor risiko seperti rendahnya pengetahuan ibu dan paparan asap rokok di lingkungan tempat tinggal berkontribusi besar terhadap meningkatnya kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Purabaya Kabupaten Sukabumi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 137 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang 73 responden (53,28%) dan sebanyak 85 balita (62,04%) terpapar asap rokok. Kejadian ISPA lebih banyak terjadi pada balita dengan ibu yang berpengetahuan kurang (51,82%) dan yang terpapar asap rokok (48,18%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA (p = 0,000; r = 1,000) serta antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA (p = 0,000; r = 0,468). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Purabaya Kabupaten Sukabumi Tahun 2025.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAK LENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA PANDANSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAWI Heriyanti, An’nisaa; Okatavia, Ranti
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : LPPM AKBID BI Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65854/jikk.v3i1.27

Abstract

ABSTRAK Angka kematian pada anak cukup tinggi di Indonesia salah satunya disebabkan oleh jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Indonesia mengalami penurunan cakupan imunisasi dasar dari tahun 2020-2021 sekitar 9% dimana sekitar 1,7 juta anak yang tidak mendapat imunisasi sejak 3 tahun terakhir. Pada 2020 dan 2021 capaian imunisasi dasar lengkap menurun dari tahun sebelumnya dan belum mencapai target, di Jawa Barat ada sekitar 332.400 anak belum dapat imunisasi. Imunisasi mencegah penyakit, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti kanker serviks, difteri, hepatitis B, campak, gondok, batuk rejan, pneumonia, poliomielitis, penyakit diare oleh rotavirus, rubella dan tetanus. Tujuan penelitian diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan Imunisasi dasar pada bayi di Desa Pandansari wilayah kerja Puskesmas Ciawi Kabupaten Bogor. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu bayi usia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ciawi Kabupaten Bogor dengan jumlah 175 bayi. Sampel berjumlah 64 bayi didapatkan menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan pengetahuan ibu (p-value=0,003), dukungan keluarga (p-value=0,003), media sosial (p-value=0,003), tingkat kecemasan terhadap efek samping imunisasi (p-value=0,004) dan dampak covid-19 dengan hasil (p-value=0,007). Dan tidak terdapat hubungan antara jangkauan tempat pelayanan dengan ketidaklengkapan imunisasi (p-value=0,533). Terdapat hubungan pengetahuan ibu, dukungan keluarga, media sosial, Tingkat kecemasan terhadap efek samping, dan dampak covid. Tidak terdapat hubungan antara jangkauan tempat pelayanan dengan ketidaklengkapan imunisasi. Diharapkan ibu yang memiliki bayi untuk memberikan imunisasi pada bayi agar bayi dapat tercegah dari penyakit menular.