Aristo Jadur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembangunan Berkelanjutan dan Krisis Ekologi- Sebuah Kritik Terhadap Pembangunan Wisata Super Premium Di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Aristo Jadur
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.3857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; pertama, melihat dan menguraikan fenomena pembangunan wisata superpremium di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat. Kedua, melihat dampak terhadap keutuhan ekologis dari pembangunan wisata superpremium tersebut. Ketiga, urgensi etika ekosentris terhadap manusia dalam menentukan kebijakan pembangunan. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa, pembangunan wisata superpremium di Labuan Bajo tidak hanya mendatangkan keuntungan,tetapi juga kerugiaan besar bagi masyarakat dan juga alam. Keutuhan ekologis terancam akibat pembangunan yang terus mengencar dan mengkonservasi alam secara besar-besaran. Perilaku ini disebut dengan dengan antroposentris, di mana manusia dijadikan sebagai pusat segala-galanya dan alam sebagai objek untuk pemenuhan kebutuhannya. Sebagai solusi alternatif dari permasalahan ini, penulis menganjurkan etika ekosentris. Etika ekosentris ini memandang bahwa, manusia dan alam itu sama-sama pusat dari segala-galanya. Dengan pendekatan etika ekosentris ini, manusia tidak hanya memandang alam sebagai bagian untuk pemenuhan kebutuhannya, melainkan juga sebagai bagian dari kehidupannya yang patut dijaga dan dilindungi.  Kata kunci: pembangunan berkelanjutan, pembangunan wisata super premium, krisis ekologi, etika ekosentris.
PENDIDIKAN KAPABILITAS SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI NTT Aristo Jadur; Saverinus Dosom; Gedofridus Ambut
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.4359

Abstract

  Abstrak Penelitian  ini bertujuan untuk; pertama, melihat fenomena kemiskinan di NTT. Kedua, masalah yang mempengaruhi angka kemiskinan di NTT. Ketiga, urgensi pendekatan kapabilitas dalam dunia pendidikan sebagai upaya meminimalisir angka kemiskinan di NTT. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa salah satu penyebab meningkatnya kemiskinan di NTT adalah faktor pendidikan. Akses masyarakat NTT dalam bidang pendidikan masih sangat terbatas. Dalam hal ini, masih banyak masyarakat NTT yang tidak bebas dalam mendapatkan pendidikan, karena berbagai faktor, baik secara ekonomi maupun secara budaya. Selain itu,  Proses pendidikan yang dijalankan di sekolah juga sangat memberatkan peserta didik, sehingga mereka kurang leluasa untuk mengembangkan keterampilannya. Sebagai solusi alternatif untuk meminimalisir angka kemiskinan di NTT diperlukan pendidikan yang mapan bagi masyarakat NTT. Tulisan ini menghadirkan konsep kapabilitas Amartya Sen sebagai basis filososfis untuk dapat meredam ketimpangan pendidikan di NTT. Konsep kapabilitas yang dicanangkan oleh Amartya Sen ini adalah mengedepankan aspek kebebasan. Menurut Sen kemiskinan terjadi bukan karena tidak adanya sumber daya alam, melainkan karena tidak ada aspek kebebasan bagi setiap individu dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan. Olehnya itu, pendidikan yang baik itu harus berlandaskan kebebasan. Setiap Individu berhak untuk mendapat pendidikan yang layak tanpa ada halangan dari pihak manapun. Dengan terciptanya pendidikan yang baik dan merata, maka kemiskinan di NTT setidaknya dapat dikurangi.