Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Hukum tentang Bahaya Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang pada Masyarakat Desa Cipancur, Kalimanggis Agung Gumelar Agustian; Fathan Arya Wijaya Kusumah; Anugrah, Dikha; Ramliki; Ruben Simanjorang; Suci Rahmatwati; Sarip Hidayat; Beben Muhammad Bachtiar
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 01 (2025): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v8i01.8375

Abstract

Narcotics abuse is a national problem that is considered serious by the government and can cause damage to the morals of a nation. In Indonesia, narcotics abuse is increasing over time. Narcotics abuse has a negative impact on both dealers and users, both physically and psychologically. This is what creates a sense of vigilance in the community, to always make the best efforts to prevent the distribution and use of narcotics at various levels. Therefore, education is needed to increase legal knowledge and understanding through legal counseling to the community. The aim of this legal counseling activity is to increase public legal awareness. This legal counseling effort was carried out in Cipancur Village, Kalimanggis District, Kuningan Regency, which was held on January 30 2024. This event was opened with a speech from a Lecturer at the Faculty of Law, Kuningan University to convey the aims and objectives of carrying out this event and was continued by a speech from the head of Cipancur Village or others. represents it as a welcome greeting. This agenda was carried out as an effort to provide understanding and to increase awareness among the community and village officials about the dangers of drugs which are becoming more common every day as well as legal assistance for people who need legal assistance services at the Faculty of Law, Kuningan University, namely PKBH or Legal Assistance and Consultation Center.
Hak Tersangka atas Peradilan yang Adil dan Tidak Memihak dalam Kerangka Due Process of Law Beben Muhammad Bachtiar; Sarip Hidayat
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 16 No 02 (2025)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v16i02.11784

Abstract

The suspect's right to a fair and impartial trial within the framework of Due Process of Law in the criminal justice system in Indonesia. The method used here is the normative legal research method through a statutory approach. The results of the study indicate that the existence of Due Process of Law in the criminal justice system can create an integrated criminal justice system, which means that the role of Due Process of Law is very important. In addition, the criminal justice system in Indonesia has been proven to have sufficiently fulfilled human rights protection, this can be seen in the regulations contained in the Criminal Procedure Law, namely in the recognition of equality before the law, the application of the presumption of innocence principle, the fulfillment of various suspect rights, and the inclusion of several principles in criminal procedure law.
Peran Budaya Sebagai Wahana Pendidikan Resolusi Konflik di Perguruan Tinggi Agung Tesa Gumilar; Faris Mu'taz Fawwazi; Beben Muhammad Bachtiar; Nursanda Rizki Adhari; Debby Avrenyca Cynthia
Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, dan Politik Vol. 9 No. 1 (2026): Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/propatria.v9i1.4634

Abstract

Konflik merupakan fenomena inheren dalam kehidupan sosial yang tidak terpisahkan dari dinamika interaksi di lingkungan perguruan tinggi, terutama dalam konteks masyarakat yang multikultural. Keragaman latar belakang budaya mahasiswa berpotensi memunculkan konflik apabila tidak diimbangi dengan kemampuan resolusi konflik yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran budaya sebagai wahana pendidikan resolusi konflik di perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan content analysis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa resolusi konflik merupakan seperangkat kemampuan yang mencakup aspek orientasi nilai, persepsi, pengendalian emosi, komunikasi, serta berpikir kritis dan kreatif. Pendidikan resolusi konflik menjadi kebutuhan mendesak di perguruan tinggi mengingat masih rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengelola konflik secara konstruktif. Dalam konteks ini, budaya berperan strategis sebagai media pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta kesadaran multikultural. Pendekatan budaya juga memberikan kerangka praktis dalam pengelolaan konflik melalui berbagai strategi seperti kolaborasi, kompromi, hingga pendekatan integratif. Selain itu, kesadaran budaya mahasiswa menjadi faktor kunci dalam membangun kemampuan perdamaian yang berkelanjutan, baik secara internal maupun dalam interaksi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi budaya dalam pendidikan resolusi konflik tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan preventif, tetapi juga sebagai strategi transformatif dalam menciptakan lingkungan akademik yang harmonis dan inklusif. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mengembangkan model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam kurikulum, pembelajaran, serta praktik kehidupan kampus.