Faisal Muzzamil
STAI DR. KHEZ. Muttaqien

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Field Trip Kereta Cepat Whoosh untuk Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Siswa TK Laboratorium UPI CIbiru Faisal Muzzamil; Sulastri; Arkais Agapita
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Field trip is an implementation of learning based on experiential learning as developed by David Kolb. At UPI Cibiru Bandung Laboratory Kindergarten, this field trip activity is one of the flagship programs and routine activities carried out every academic year. In the 2025 academic year, UPI Cibiru Laboratory Kindergarten carried out a field trip activity in the form of learning about the Whoosh High-Speed ​​Train. Based on the background of the UPI Cibiru Laboratory Kindergarten Whoosh High-Speed ​​Train field trip activity, the purpose of this research is to reveal more deeply and describe more clearly the following points, namely: (1) Realization of the UPI Cibiru Laboratory Kindergarten Whoosh High-Speed ​​Train Field Trip Activity; (2) Developing the Kinesthetic Intelligence of UPI Cibiru Laboratory Kindergarten Students Through the Whoosh High-Speed ​​Train Field Trip Activity. This research uses the Case Study method. This research is based on the Embodied Cognition theory initiated and developed by Varela, Thompson & Rosch. Based on the results of empirical observations, two strategic findings were obtained in this research, namely: (1) The Whoosh High-Speed ​​Train field trip activity was realized through four activity agendas consisting of introduction to the Whoosh High-Speed ​​Train Station environment, practice of ordering Whoosh High-Speed ​​Train tickets, traveling on the Whoosh High-Speed ​​Train, and learning on the Whoosh High-Speed ​​Train; (2) the development of kinesthetic intelligence through the Whoosh High-Speed ​​Train field trip activity was carried out in four ways consisting of direct experience learning at the Whoosh High-Speed ​​Train Station, direct practice of how to order Whoosh High-Speed ​​Train tickets, experiencing the journey directly using the Whoosh High-Speed ​​Train, and direct learning by the Whoosh High-Speed ​​Train Flight Attendant.
Praktik Manasik Haji untuk Menumbuhkan Perilaku Religius bagi Anak di SD Laboratorium UPI Cibiru Bandung Sulastri; Faisal Muzzamil; Iis Marwati
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 3 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (November)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Laboratorium UPI Cibiru Bandung adalah Sekolah Dasar yang menerapkan model pembelajaran Project Based learning (PJBL). Kegiatan PJBL untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dilaksanakan dalam bentuk praktik Manasik Haji. Berlatar belakang dari kegiatan PJBL berupa praktik Manasik Haji, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap dua poin berikut: Pertama, pelaksanaan kegiatan Praktik Manasik Haji di SD Laboratorium UPI Cibiru; Kedua, penumbuhan perilaku religius bagi anak melalui kegiatan praktik Manasik Haji. Penelitian ini menggunakan metode Studi Kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data untuk penelitian studi kasus yang terdiri dari open coding, axial coding dan selective coding. Penelitian ini berlandaskan pada teori tentang tahapan dalam model pembelajaran PJBL. Berdasarkan hasil observasi di lokasi penelitian dan analisis data yang telah dikumpulkan, maka didapatkan dua hasil penelitian, yaitu: Pertama, praktik Manasik Haji di SD Laboratorium UPI Cibiru dilaksanakan berdasarkan enam tahapan dalam model pembelajaran PJBL yang terdiri dari: (1) Merumuskan tujuan dan esensi kegiatan; (2) Membuat desain dan menyusun rangkaian kegiatan; (3) Menentukan jadwal kegiatan (4) Merealisasikan kegiatan; (5) Memantau progres kegiatan; (6) Mengevaluasi hasil kegiatan. Kedua, praktik Manasik Haji di SD Laboratorium UPI Cibiru dapat menumbuhkan perilaku religius bagi anak melalui tiga materi yang disampaikan pada kegiatan PJBL, yaitu materi tentang: (1) Kisah dan Sejarah Nabi; (2) Fiqih Keseharian; (3) Akhlak dan Perilaku Islami. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk dua aspek: Pertama, dari aspek teoretis, hasil penelitian ini dapat direkomendasikan untuk pengembangan model pembelajaran PJBL pada bidang Pembelajaran Agama Islam (PAI); Kedua, dari aspek praktis, hasil penelitian ini dapat direkomendasikan untuk para Guru PAI sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan PJBL berupa praktik Manasik Haji.
Rebranding Logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Perspektif Semiotika Faisal Muzzamil
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah salah satu Partai Politik di Indonesia yang mencitrakan dirinya  sebagai Partai Anak Muda. Pada Kongres dan Musyawarah Nasional (Munas) Kedua yang dilaksanakan pada Juli 2025, PSI mengumumkan perubahan logo barunya. Logo baru tersebut menjadi upaya PSI dalam melakukan rebranding sebagai Partai Politik Anak Muda. Berlatar belakang dari rebranding logo yang dilakukan oleh PSI tersebut, maka penelitian tentang analisis semiotika terhadap logo baru PSI ini bertujuan untuk mengungkap dua entitas berikut, yaitu: (1) Makna Denotasi Rebranding Logo PSI; (2) Makna Konotasi Rebranding Logo PSI. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika yang berlandaskan pada teori tentang elemen semiologi dari Roland Barthes. Berdasarkan hasil analisis semiotika terhadap logo baru PSI, maka didapatkan dua temuan utama dari hasil penelitian ini, yaitu: (1) Ada lima makna denotasi dari rebranding logo PSI yang dilambangkan melalui gambar Gajah, yakni kekuatan, kesetiaan, kemakmuran, pengetahuan dan kebijaksanaan; (2) Ada tiga makna konotasi dari rebranding logo PSI yang terbentuk melalui tiga tanda gambar logo PSI, yakni kepala gajah berwarna merah yang bermakna optimisme, tubuh gajah berwarna hitam bermakna kesetiaan dan solidaritas, serta latar belakang gambar berwarna putih bermakna kesucian dan kejernihan.