Ni Wayan Adi Priantini
Universitas Mahasaraswati Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF: PENGUATAN KOMPETENSI 4C MENUJU PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG INTERAKTIF I Komang Budiarta; Ida Ayu Made Sri Widiastuti; Ni Wayan Adi Priantini; Putu Dian Sastrani; Ni Kadek Muliahati; Ni Made Parida Yanti
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Blahbatuh, ⁠SMPN 2 Blahbatuh, ⁠SMPN 4 Sukawati, dan ⁠SMPN Hindu 2 Sukawati. telah menerapkan berbagai model pembelajaran. Meskipun mereka sudah mengetahui berbagai macam teknik mengajar kooperatif, mereka masih menghadapi beberapa tantangan, seperti prosedur penerapan teknik yang benar dan cara pengelolaan pembelajaran kooperatif. Pelatihan yang praktis, aplikatif dan berkelanjutan juga diperlukan agar proses pembelajaran lebih variatif. Dengan peningkatan kompetensi guru, proses pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan semakin interaktif, kreatif, variatif dan relevan dengan kebutuhan siswa untuk meningkatkan kompetensi 4C. Berdasarkan hasil observasi, para guru memerlukan pelatihan tentang implementasi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hal inilah yang mendorong Prodi. Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar untuk melaksanakan skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan Prodi. pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan profesional guru-guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Blahbatuh, SMPN 2 Blahbatuh, SMPN 4 Sukawati, dan SMPN Hindu 2 Sukawati dalam mengimplementasikan pembelajaran kooperatif. Peningkatan tersebut tercermin dari kenaikan skor rata-rata peserta antara prates dan pascates, yaitu dari 58,57 menjadi 84,29. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil memperkuat kompetensi guru dalam memahami konsep pembelajaran kooperatif, mengenali berbagai model dan teknik yang relevan, serta mengembangkan strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran Bahasa Inggris untuk menguatkan kompetensi 4C.
Exploring the Role of Neo-Humanism and Local Cultural Values in Digital English Language Learning for Elementary School Students Ida Bagus Nyoman Mantra; I Made Suyasa; I Nyoman Adi Susrawan; Ni Wayan Adi Priantini; Ida Ayu Praba Iswari Dewi; I Kadek Dian Satriawan
Social Science Academic Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.10444

Abstract

The rapid development of digital technology into English language teaching has provided new means for interactive learning, but has also raised concerns about safeguarding learners' cultural identity and promoting all-round development. This research aims to investigate the impact of neo-humanistic teachings and local cultural values to the digital English language learning of primary school students. This research was conducted through a qualitative case study approach in public and private primary schools in Bali. The data were collected by semi-structured interviews, classroom observation and document study. The study revealed five main themes: (1) incorporating local culture into English education through traditional ceremonies, folklore, arts, and environmental contexts; (2) incorporating neo-humanistic values such as empathy, cooperation, respect, responsibility, and environmental awareness into classroom activities; (3) effective use of digital technologies; (4) students' holistic development to enhance language confidence, creativity, collaboration, critical thinking, and cultural identity; and (5) implementation challenges related to digital infrastructure, culturally relevant teaching resources, and teacher readiness. This research shows that the integration of neo-humanistic principles and local knowledge turns digital English language teaching into a full learning experience beyond the simple mastery of the language. The results have practical implications for educators, curriculum developers and policy makers interested in designing culturally responsive and technology-enhanced English language teaching in elementary education.