ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menganalisis peran akuntansi syariah dalam perkembangan keuangan syariah di Indonesia pada era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa digitalisasi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan akuntansi berbasis syariah, khususnya di Indonesia. Hal ini karena sebagian besar pekerjaan di Indonesia beragama Islam. Selain dampak digitalisasi terhadap akuntansi syariah di Indonesia, digitalisasi juga membawa peluang dan tantangan bagi profesi akuntan khususnya akuntan berbasis syariah. Peluang karir baru di mana SDM akuntansi manusia dapat bersaing dengan teknologi. Tapi itu juga tantangan bagi akuntan. Dengan hadirnya teknologi yang mengambil alih peran akuntan, maka profesi akuntan di dunia kerja akan semakin berkurang dan digantikan oleh teknologi. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode adaptasi yang harus dimiliki oleh setiap akuntan dalam menghadapi calon akuntan. Konsekuensinya, menjadi sulit bagi institusi untuk mengembangkan generasi akuntan yang terampil di bidangnya dan memiliki pengetahuan teknis. Dengan sistem Inovasi kurikulum pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman harus menghasilkan generasi akuntan berbasis syariah yang siap bersaing di era digital. Dengan cara ini, digitalisasi akan menjadi prospek kerja yang luar biasa di bidang akuntan berbasis syariah. ABSTRACTThis article aims to analyze the role of Islamic accounting in developing Islamic finance in Indonesia in the digital era. The research method used is a qualitative approach with library research methods. The findings of this article show that digitization has significantly impacted the growth of sharia-based accounting, especially in Indonesia. This is because most of the jobs in Indonesia are Muslim. In addition to the impact of digitization on sharia accounting in Indonesia, digitization also brings opportunities and challenges for the accounting profession, especially sharia-based accountants. New career opportunities where human accounting HR can compete with technology. Nevertheless, it is also a challenge for accountants. With the presence of technology that takes over the role of accountants, the accounting profession in the world of work will decrease and be replaced by technology. Consequently, it becomes difficult for institutions to develop a generation of accountants who are skilled in their fields and have technical knowledge. Therefore, we need an adaptation method that must be possessed by every accountant in dealing with prospective accountants. With a learning curriculum innovation system that is adapted to the needs of the times, it must produce a generation of sharia-based accountants who are ready to compete in the digital era. In this way, digitization will be an excellent job prospect in the field of sharia-based accountants