Ahmad Dzaky
STAI Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MERESPON TANTANGAN GLOBALISASI (Telaah Pengembangan Profesionalitas Pendidik dan Penguatan Sekolah Berkualitas) Ahmad Dzaky
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 11 No 1 (2020): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2020
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v11i1.43

Abstract

Lembaga Pendidikan Islam lahir seiring dengan kehadiran agama Islam itu sendiri, dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial- budaya disekitarnya sehingga akan memunculkan tantangan tersendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi telah mengubah tatanan kehidupan termasuk pendidikan, namun kualitas pendidikan Islam di Negara berkembang masih tertinggal jauh dari pendidikan di Negara barat. Tulisan ini menyuguhkan tantangan globalisasi lembaga pendidikan Islam dengan upaya pemberdayaan pendidikan Islam. Globalisasi telah menjelma sebagai sistem mainstream yang menjadikan masyarakat lokal menjadi global, sehingga terjadi pergeseran nilai-nilai dan norma-norma. Fenomena globalisasi dipandang sebagai tantangan karena begitu cepat dan mendasarnya perkembangan iptek, krisis moral-sosial-identitas bangsa yang ditimbulkannya, perdagangan bebas, liberalisasi ekonomi,dan budaya. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Islam diperlukan untuk menjawab tantangan globalisasi. Upaya pemberdayaan pendidikan Islam dilakukan secara konkrit dan berkesinambungan. Upaya tersebut berupa peningkatan profesionalitas guru dan pengembangan sekolah unggul.
PENDIDIKAN KELUARGA MASA PANDEMI COVID-19 Ahmad Dzaky
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 12 No 1 (2021): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2021
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v12i1.62

Abstract

Keluarga adalah lingkungan pertama yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, maka orang tua merupakan penanggungjawab utama pendidikan bagi anak dalam setiap situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pendidikan pada keluarga Jamaah Tabligh yang dihubungkan dengan keadaan masa pandemik coronavirus disease atau covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh informasi mengenai metode pendidikan pada keluarga Jamaah Tabligh. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancaradan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan langkah reduksi data, pemyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pendidikan pada keluarga Jamâ‘ah Tablîgh berupa metode internalisasi, metode keteladanan, metode dialog, metode pembiasaan, metode muhasabah dan metode pertolongan Allah.
KETERPADUAN BAHASA ARAB DAN INTEGRASINYA DENGAN MATA KULIAH ILMU-ILMU KEISLAMAN PADA STIT DARUL ULUM KOTABARU AHMAD DZAKY
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 13 No 1 (2022): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2022
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v13i1.80

Abstract

Bahasa Arab merupakan sebuah piranti atau alat yang mempunyai peranan penting dalam memahami serta menelaah literatur klasik dan kontemporer (kitab-kitab berbahasa Arab), terutama untuk memahami maksud al-Qur’an dan al-Hadits. Sebagian besar sumber rujukan dalam mata kuliah ilmu-ilmu keislaman dari berbagai khazanah disiplin ilmu keislaman menggunakan bahasa Arab. Oleh karena itu, sangat penting membekali mahasiswa dengan mata kuliah bahasa Arab agar dapat membantu mereka dalam proses perkuliahan. Serta mampu menguasai ilmu-ilmu keislaman secara lebih mendalam dengan merujuk keberbagai sumber rujukan ilmu-ilmu keislaman. Akan tetapi hasil pembelajaran mata kuliah bahasa Arab masih kurang maksimal dan jauh dari tujuan. Hal ini dikarenakan pembelajaran bahasa Arab terkadang masih mengarah kepada aspek pengetahuan atau ilmu tentang ketatabahasaaan dibandingkan aspek-aspek dalam keterampilan berbahasa. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dilakukan desain pembelajaran bahasa Arab yang terpadu dan terintegrasi pada semua komponen mata kuliah ilmu-ilmu keislaman pada STIT Darul Ulum Kotabaru.
FILSAFAT ILMU AL-GAZHALI: Konsep Dan Urgensi Ilmu Menurut Pemikiran Al-Ghazali AHMAD DZAKY
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 14 No 2 (2023): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v14i2.132

Abstract

Al-Ghazali hidup pada masa suasana pemikiran keagamaan dan kefilsafatan di dunia Islam meperlihatkan perkembangan dan keragaman, khususnya mengenai keragaman ilmu pengetahuan. Sejarah hidupnya menunjukkan bahwa ia dalam usahanya mencari kebenaran menempuh proses yang Panjang dengan mempelajari hamper seluruh sistem dan pemikiran pada masanya. Hal ini dapat kita lihat dari beragam karya tulis yang Beliau hasilkan. Ilmu menurut al-Ghazali adalah jalan menuju hakikat. Dengan kata lain agar seseorang sampai kepada hakikat itu haruslah ia tahu atau berilmu tentang hakikat itu. Kemudian ilmu mengetahui sesuatu menurut apa adanya, dan ilmu itu adalah sebagian dari sifat-sifat Allah. Al-Ghazali menjelaskan pentingnya ilmu bagi manusia, Kesempurnaan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya tersebut adalah pemberian akal pikiran dalam penciptaannya untuk mencari ilmu. Dengan demikian, hakekat ilmu versi al-Ghazali ini secara psikologik dapat mengubah mental umat Islam yang dikhotomik menjadi monkhotomi, sebab umat Islam telah lama terkungkung oleh pengaruh barat yang meniupkan adanya pemisahan intelektual, antara ilmu agama dan ilmu umum sebagai dua disiplin ilmu yang tidak bisa dipertemukan. Selain itu makna monokhotomik yang terkandung dalam hakekat ilmu versi al-Ghazali juga membawa dampak yang positif bagi umat Islam khususnya dalam memahami bahwa setiap ilmu berporos pada tujuan mencari keridhoan dan sebagai upaya pengabdian kepada Allah. Bahkan salah satu puncak prestasi al-Ghazali ialah memperbaiki keseimbangan antar dimensi esoterik dan eksoterik dalam Islam. Fakta ini sekaligus menepis tudingan bahwa al-Ghazali adalah penyebab mandegnya pemikiran umat Islam.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA AHMAD DZAKY; NOORMINAWATI 01
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.171

Abstract

Merdeka Belajar provides students with the opportunity to study freely and comfortably to study calmly, relaxed and happily without stress and pressure, by paying attention to the natural talents they have, without forcing them to study or master a field of knowledge outside their hobbies and abilities. Differentiated learning is a way for teachers to meet the needs of each student because differentiated learning is a teaching and learning process where students can learn subject matter according to their abilities, what they like and their individual needs so that they do not get frustrated and feel like they have failed in their learning experience.This field research uses a qualitative approach. The results of the research show that: 1) The background for holding differentiated learning in the independent learning curriculum is to meet the needs of different students. 2) The implementation of differentiated learning is carried out with aspects of content, process or product and the implementation of differentiated learning by Al-Qur'an Education Teachers is maximized again. 3) There are various learning media for carrying out differentiated learning as well as assessing independent and group assignments in differentiated learning. 4) Al-Quran Education Teachers have various administrations while student learning outcomes meet the KKTP. 5) Facilities and infrastructure supporting factors, the condition of the learning environment is very adequate in implementing differentiated learning. 6) There are various inhibiting factors in implementing differentiated learning at SMKN 1 Amuntai. 7) The perceived impact of implementing differentiated learning at SMKN 1 Amuntai, both from the school, teachers and students, has a positive impact. 8) There are various solutions provided for the differentiated learning problems experienced by AlQur'an education teachers at SMKN 1 Amuntai. 9) Academic supervision has been carried out by the school principal. 10) The output from implementing differentiated learning both in terms of student understanding and student attitudes has led to better change.