ACHMAD RUSLAN AFENDI
UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Kalimantan Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA KOMITE DALAM PENINGKATAN PRESTASI MADRASAH (Studi Kasus Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Paser) KALIMANTAN TIMUR ACHMAD RUSLAN AFENDI
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 12 No 2 (2021): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v12i2.66

Abstract

Keberhasilan suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh hubungan baik antara Kepala Madrasah, Komite, dan madrasah dengan masyarakat. Fokus penelitian meliputi: 1). Keterlibatan Komite Madrasah dalam menentukan kebijakan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Paser, 2). Upaya Komite Madrasah dalam meningkatkan prestasi Madrasah Pendekatan yang digunakan peneliti adalah model kualitatif, yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini mengkaji tentang “Upaya Komite Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi MAN Insan Cendekia Paser, data diperoleh melalui dokumentasi, observasi dan wawancara dengan narasumber, kemudian data yang telah diperoleh dianalisis dengan cara direduksi, pemaparan dilakukan mengeluarkan data dan akhirnya menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pelibatan Komite Madrasah dalam beberapa hal, yaitu: a. Memberikan pertimbangan dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan program madrasah, RAPBM Madrasah, kriteria sarana prasarana madrasah fasilitas, kerjasama madrasah dengan masyarakat. b. Menggalang dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat. c. Mengawasi pelayanan pendidikan di madrasah. d. Menindaklanjuti pengaduan, saran, kritik, dan aspirasi dari siswa, orang tua, dan masyarakat mengenai kinerja madrasah Upaya Komite Madrasah bersama kepala madrasah, dalam meningkatkan kinerja Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia antara lain: a. Silaturahmi dengan menghadirkan orang tua, pimpinan, pengurus komite madrasah dan tokoh masyarakat, untuk sarana informasi pendidikan dan pengembangan siswa, b. Silaturahmi antar pimpinan lembaga, kepala madrasah dan guru sebulan sekali, mengenai program kerja c. Menyelenggarakan lomba I-Fest tingkat MTs/SMP, lomba internal siswa MAN Insan Cendekia Paser setelah penilaian akhir semester, dan penilaian Akhir Tahun d. Mengadakan pengajian bersama masyarakat sekitar bersama-sama dengan masyarakat yang ada di masyarakat sekitar. e. Pengembangan klub Bidang persiapan studi untuk kompetisi atau olimpiade f. Untuk meningkatkan kompetensi guru diadakan cukup lama, Diklat juga merupakan investasi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia baik secara off-line maupun on-line.
PENGARUH REINFORCEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 05 BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR ACHMAD RUSLAN AFENDI; MUHAMMAD MAQSUDI
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 13 No 2 (2022): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v13i2.88

Abstract

This paper argues about the relationship between reinforcement and learning discipline of State Junior High School (SMPN) 5 Balikpapan students. As for the background in this research is the importance of reinforcement in the sense of positive or negative reinforcement in the process of creating student learning discipline. The problems discussed in this thesis can be formulated in the form of questions, namely how is reinforcement at SMP Negeri 5 Balikpapan, how is student learning discipline at SMP Negeri 5 Balikpapan, and is there a relationship between reinforcement. Based on the results of the research analyzed, it shows that the reinforcement given by the teachers of SMP Negeri 5 Balikpapan is in the very high category with a frequency of 55. 56%. The remaining 5. 56% are in the high category, 5. 56% are in the medium category, 1. 85% are in the low category. Meanwhile, the level of learning discipline of SMP 5 Balikpapan students is in the high category with a frequency of 7. 41. The remaining 5.56% is in the very high category, 3.70% is in the medium category and 3.70% is in the low category. Because the frequency results obtained at all levels are almost the same, it can be concluded that the learning discipline of SMP 05 Balikpapan students is in the high category. The results of the hypothesis test show that there is no relationship between reinforcement and student discipline at SMP Negeri 5 Balikpapan with a product moment correlation coefficient (r) of 0.606 in the interpretation table of correlation data, which is at a level between 0. 600-0. 800 the correlation is in the high category. The table value of the correlation coefficient for 5% is 0.666 and at a significance level of 1% is 0. 789. With the r count > r table. Thus, it is concluded that there is no correlation between reinforcement and student discipline at SMP Negeri 05 Balikpapan.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN TIMUR INTEGRASI NILAI BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ABAD 21 Achmad Ruslan Afendi
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.215

Abstract

The era of globalization, marked by advances in information technology and the flow of cross-border cultures, has brought significant impacts on changes in the values and behaviors of the younger generation. On the one hand, globalization opens opportunities for progress; on the other hand, it triggers serious challenges in the form of moral degradation, weakening character, and a crisis of local cultural identity. This condition requires strengthening character education that is not only normative but also contextual, rooted in local wisdom values as a source of shaping students’ identity. East Kalimantan, as a region rich in cultural diversity, has great potential to integrate local values into character education. This study aims to develop a character education model based on the local wisdom of East Kalimantan that is relevant to the needs of 21st-century education. The research method used is a descriptive qualitative approach, through stages of exploring local cultural values, formulating a conceptual model, and limited implementation testing in educational institutions. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation, with data analysis using an interactive model. The results of the study indicate that a character education model based on the local wisdom of East Kalimantan can be formulated as an integrative-holistic model that combines values of religiosity, mutual cooperation, tolerance, social responsibility, and environmental awareness within the learning process. This model is implemented through curriculum integration, culture-based contextual learning, extracurricular activities, and teacher role modeling. The implications of this study show that strengthening character education based on local wisdom not only improves students’ moral quality but also reinforces cultural identity and the relevance of education to the social context of society. Therefore, this model can serve as a strategic alternative for developing educational policies and practices in the region, particularly in supporting the creation of a generation that is characterized, cultured, and adaptive in the global era