M. Faisal Amir
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN PAMONG BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR WARGA BELAJAR PROGRAM PAKET C DI SKB NEGERI KOTA SURABAYA M. Faisal Amir; I Ketut Atmaja Jhony Artha
J+PLUS UNESA Vol. 11 No. 2 (2022): J+PLUS, Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji peran pamong belajar dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar dan hambatan yang dialami oleh pamong belajar dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar. Pendekatan kualitatif. Subjek penelitian warga belajar kelas X, XI dan XII yang berjumlah 51 orang dan 10 orang pamong belajar. Informan kunci adalah pamong sebagai tutor paket C yang memahami tentang pembelajaran. Sumber data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah hasil dari wawancara terkait peran pamong belajar dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan model, melakukan penilaian, meningkatkan motivais belajar dan kendala. Observasi dan dokumentasi hasil belajar warga belajar yang mengikuti pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran pamong belajar dalam kegiatan pembelajaran organisator dengan merumuskan RPP, kurikulum dan program semester, sebagai motivator, dilakukan dalam upaya mengembangkan motivasi belajar warga belajar dengan cara bertanya dan memenuhi tugas, sebagai fasilitator, pamong belajar memberikan fasilitas dan kemudahan serta memperluas pengetahuan dengan mewariskan pengetahuan kepada warga belajar. Melalui pembelajaran, sebagai evaluator, pamong belajar selalu mengevaluasi warga belajar dengan menilai kinerja dalam perilaku akademik dan sosial. Sudah dilakukan dengan baik, tapi masih belum maksimal 2) Hambatan pamong belajar dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar dan kurangnya keaktifan warga belajar, kurangnya kerjasama antara orangtua dengan pamong belajar dan mengembangkan semangat warga belajar.