Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETIKA SOSIAL KEMASYARAKATAN DALAM AL-QUR’AN STUDI PEMAKNAAN SURAT AL-HUJURAT DALAM TAFSIR AL-AZHAR Anshari, Farhan Ahsan
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.1, Maret 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i1.6389

Abstract

The development of the times with technological advances has had a negative impact on moral matters. This article aims to find out the contents of the Al-Qur'an regarding social ethics in QS. Al-Hujurat verses 6-13 in the tafsir al-Azhar by Buya Hamka uses a descriptive-analytic qualitative method with a thematic interpretation approach to explore the meaning of the verses in the social context. The research results of Surat al-Hujurat in Al-Azhar Hamka's interpretation emphasize the importance of maintaining ethics when living in social life, including the prohibition of spreading false news, the order to check news, think about harm and benefits before taking an action, be a fair conflict mediator, respect each other, be open and appreciate differences. Perkembangan zaman dengan kemanjuan teknologi telah membawa dampak negatif pada soal moral. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui isi kandungan Al-Qur’an tentang etika sosial pada QS. Al-Hujurat ayat 6-13 dalam tafsir al-Azhar karya Buya Hamka menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitik dengan pendekatan tafsir tematik untuk menggali makna ayat-ayat dalam konteks sosial kemasyarakatan. Hasil Penelitian Surat al-Hujurat dalam tafsir Al-Azhar Hamka menekankan pentingnya menjaga etika ketika hidup bersosial, diantaranya, larangan menyebarkan berita bohong, perintah untuk memeriksa suatu berita, memikirkan madharat dan manfaat sebelum melakukan suatu tindakan, menjadi pendamai konflik yang adil, saling menghormati, bersifat terbuka dan menghargai perbedaan.
Tafsir Surat Al-Fatihah KH Aceng Zakaria: Corak dan Metode Penafsiran Anshari, Farhan Ahsan
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2024): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v3i1.34046

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci petunjuk tidak pernah padam dari penafsiran. Tafsir Al-Qur’an merupakan cabang keilmuan yang terus ada dari zaman Rasulullah Saw sampai sekarang  tak terkecuali ulama Indonesia yang  mencoba hal demikian terhadap Al-Qur’an. Salah satu ulama Indonesia yang menafsirkan Al-Qur’an adalah KH Aceng Zakaria dengan kitabnya tafsir surat.al-Fatihah, Ia menafsirkan surat tersebut karena merasa surat tersebut penting untuk diketahui maknanya karena dibaca selama 17 kali dalam sehari. Tafsir Qs al-Fatihah merupakan tafsir dengan metode penyajian maudhu'i karena pembahasan berfokus pada surat tertentu. Tafsir Qs Al-Fatihah karya KH Aceng ini pun memiliki corak yang dominan yaitu corak al-adab al-Ijtima'i.