Lani, Guntur Andika Alan Roh
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Kesatuan Roh berdasarkan Efesus 4:3-6 dan Implikasinya dalam Kehidupan Orang Kristen Masa Kini Lani, Guntur Andika Alan Roh
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/m4kw3422

Abstract

Abstract: The different backgrounds of the congregation pose challenges in the process of faith growth. In the fellowship of fellow congregations, what is needed is unity, which unity is what binds believers in one community called the body of Christ. The unity of the Spirit is the basis for the unity of the congregation as a whole. The method used in this writing is qualitative literature with text analysis methods. From the results of this research, it was found that the unity of the Spirit is the work of the Holy Spirit for believers who have been called from darkness to the light of Christ. This unity is not based on physical and mental unity but is a moral and spiritual unity between Christ and believers which is based on the Holy Spirit. This unity also influences the attitude of life of Christians in their relationship with God and also with each other.Keywords: Unity of the Spirit, Ephesians 4:3-6, Christian LifeAbstrak: Latar belakang jemaat yang berbeda menjadi tantangan tersendiri dalam proses pertumbuhan iman. Dalam persekutuan sesama jemaat yang diperlukan adalah kesatuan, yang mana kesatuan inilah yang mengikat orang percaya dalam satu komunitas yang disebut tubuh Kristus. Kesatuan Roh menjadi dasar bagi kesatuan jemaat secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif literatur dengan metode analisa teks. Dari hasil penelitian tersebut didapati bahwa kesatuan Roh merupakan karya Roh Kudus bagi orang-orang percaya yang sudah dipanggil dari kegelapan kepada terang Kristus. Kesatuan ini tidak dilandasi dengan kesatuan jasmani dan mental melainkan merupakan kesatuan moral dan spritual antara Kristus dan orang-orang percaya yang dilandasi oleh Roh Kudus. Kesatuan ini juga memperngaruhi sikap hidup orang Kristen dalam hubungannya denga Tuhan dan juga dengan sesamanya.Kata Kunci: Kesatuan Roh, Efesus 4:3-6, Kehidupan Orang Kristen.
Ketuhanan Yesus ditinjau Berdasarkan Frasa “Ia Inilah Anak Allah” dalam Yohanes 1: 34 Lani, Guntur Andika Alan Roh
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/5t4w1s19

Abstract

AbstractToday it is important for Christians to hear and learn doctrinal teachings. The goal is that Christians are equipped with good theological understandings. Understanding is a central point that is vulnerable to good or bad influence. It is important nowadays for Christians to take their theological understanding seriously because nowadays there are so many unbiblical theological developments. One of the doctrines that has always been discussed and debated until now is about Christology, namely about the concept of the Son of God which was attached to Jesus Christ. The method used in this writing is tektual-bibliology with three methods of interpretation, namely contextual, grammatical, lexical, literal, and theological. From the results of this interpretation, it is found that the Son of God is a special title used in John's writings. The reason John uses this title is because many heretics teach to mislead believers.Keywords: God, Jesus, Son of God, John 1:34AbstrakDewasa ini penting bagi orang Kristen mendengar dan belajar pengajaran yang bersifat dokrinal. Tujuannya agar orang Kristen diperlengkapi dengan pemahaman-pemahaman teologi yang baik. Pemahamam adalah titik pusat yang rentan terhadap pengaruh baik maupun tidak. Masa kini penting bagi orang Kristen memperlengkapi pemahaman teologinya dengan serius karena saat ini banyak sekali perkembangan teologi yang tidak Alkitabiah. Salah satu doktrin yang selalu menjadi pembahasan dan perdebatan hingga sekarang adalah tentang Kristologi yaitu tentang konsep Anak Allah yang disematkan kepada Yesus kristus. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah Tektual-Bibliologi dengan tiga metode penafsiran yaitu kontekstual, gramatikal, leksikal, literal, dan teologis. Dari hasil penafsiran tersebut didapat bahwa Anak Allah merupakan gelar yang istimewa yang dipakai dalam tulisan Yohanes. Alasan Yohanes menggunakan gelar ini dikarenakan bahwa banyak bidat-bidat yang mengajar untuk menyesatkan orang-orang percaya.Kata kunci: Ketuhanan, Yesus, Anak Allah, Yohanes 1:34
Liturgi Bulan Budaya sebagai Upaya Tranformasi Misi Kristen yang Kontekstual di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Lani, Guntur Andika Alan Roh; Sihombing, Maria Rosa
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/kv370985

Abstract

Abstract: This paper aims to analyze theologically the establishment of the GMIT culturalmonth as part of the contextual transformation of Christian mission in the GMIT liturgy. Thisis done as an effort to contextualize the Gospel message in GMIT services. Because GMIT is aChristian denomination whose scope of service is in the East Nusa Tenggara region (outsidethe island of Sumba) and West Nusa Tenggara which consists of heterogeneous communities.The heterogeneity of society can be seen in differences in ethnicity, language, traditions andculture. Therefore, a contextual form of liturgy is needed in which the congregation can meetChrist. In this article, the author uses several sources relating to the encounter of the Gospeland Culture as a reference point for conducting a theological analysis of the implementationof Culture Month. These sources are in the form of articles and printed books that are relevantto the study subject being discussed. Keywords: GMIT, Culture Month, Christian Mission Transformation, and Contextual. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara teologis tentang penetapan bulanbudaya GMIT sebagai bagian dari tranformasi misi Kristen yang kontekstual dalam liturgiGMIT. Hal ini lakukan sebagai upaya mengkontekstualisasi berita Injil dalam pelayananGMIT. Sebab GMIT merupakan denominasi Kristen yang lingkup pelayanan di wilayah NusaTenggara Timur (diluar pulau Sumba) dan Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari masyarakatheterogen. Hoterogenitas masyarakat dapat dilihat dalam perbedaan suku, bahasa, tradisi, danbudaya. Oleh karena itu diperlukan bentuk liturgi yang kontekstual yang di dalamnya jemaatdapat bertemu dengan Kristus. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan beberapa sumber yangberkenaan dengan perjumpaan Injil dan Budaya sebagai titik acuan untuk melakukan analisateologi terhadap pelaksanaan Bulan Budaya. Sumber-sumber tersebut dalam bentuk artikel danbuku-buku cetak yang relevan dengan pokok kajian yang dibahas. Kata Kunci: GMIT, Liturgi Bulan Budaya, Tranformasi Misi Kristen, dan Kontekstual.