Abstrak Penelitian ini adalah pemaparan tentang proses dan hasil penciptaan karya seni lukis hasil karya penulis (Agus Mediana Adiputra) yang berangkat dari gagasan menghadirkan wacana dan isu kondisi kebudayaan post tradisi yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat Bali. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan metode penciptaan karya, perwujudan karya yang didalamnya terkandung nilai estetika yang akan dibahas dengan teori estetika objektif serta representasi kondisi post tradisi dalam karya seni lukis yang dibuat dengan mengunakan alat bantu berupa mikroskop digital yang dipakai sebagai alat untuk memindai dan memperbesar berbagai objek dalam budaya visual dan religi di Bali yang disalin ulang dengan kerja melukis bermediakan cat akrilik diatas kanvas. Adapun metode penciptaan yang digunakan mengacu pada metode penciptaan seni oleh Gustami yang terdiri dari eksplorasi , perancngan dan perwujudan. Hasil karya lukisan yang dihasilkan dapat dibaca sebagai representasi kebudayaan post tradisi dalam kebudayaan Bali hal ini dapat dilihat dan dihadirkan melalui metode atau cara kerja melukis dalam karya karya yang dibahas dalam artikel ini. Penghadiran berbagai elemen budaya visual Bali seperti banten atau sarana upacara yang dihadirkan secara terfragmentasi dan ter-zoom in melalui bantuan teknologi mikroskop merepresentasikan bagaimana penulis selaku subject atau seniman Bali hari ini berupaya meletakkan kesadaran pengunaan teknologi modern dalam memandang dan mereinterpretasi aneka rupa budaya visual sebagai produk pengetahuan tradisi. Perjumpaan antara tradisi dan cara melihatnya dengan cara modern inilah yang menjadi salah satu penanda dari terjadinya kondisi post tradisi dalam kebudayaan Bali. Sebuah kondisi yang merepresentasikan bagaimana manusia Bali hari ini hidup dalam keniscayaan antara menjaga dan melestrarikan tradisi dan merayakan modernitas yang tak terelakan. Karya-karya yang hadir juga dapat terbaca secara estetika, dalam penelitian ini penulis memakai teori estetika objektif untuk menjabarkan aspek-aspek visual yang memiliki nilai artistik dalam karya yang hadir. AbstractThis research is an explanation of the process and results of the creation of works of art by the author which depart from the idea of presenting discourse and issues of posttraditional cultural conditions that occur in the social life of the Balinese people. The purpose of this research is to find out the processes and methods of creating works, the embodiment of works which contain aesthetic values which will be discussed with objective aesthetic theory as well as the representation of post-traditional conditions in works of art which are made using tools in the form of digital microscopes which are used as tools for scanning and enlarging various objects in visual and religious culture in Bali which are reproduced by painting work using acrylic paint on canvas. The creation method used refers to Gustami's method of art creation which consists of exploration, design and embodiment. The resulting paintings can be read as a representation of post-traditional culture in Balinese culture. This can be seen and presented through the methods or workings of painting in the works discussed in this article. The presence of various elements of Balinese visual culture such as offerings or ceremonial instruments which are presented in a fragmented and zoomed in manner with the help of microscope technology represents how writers as subjects or Balinese artists today try to place awareness of the use of modern technology in viewing and reinterpreting various forms of visual culture as products. traditional knowledge. This encounter between tradition and the way of seeing it in a modern way is one of the markers of the occurrence of post-traditional conditions in Balinese culture. A condition that represents how Balinese people today live in the inevitability between preserving and preserving traditions and celebrating modernity which is inevitable. The works that are present can also be read aesthetically, in this study the author uses objective aesthetic theory to describe the visual aspects that have artistic value in the works that are present.