Endis Dara Viyanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya Terhadap Capaian Pembelajaran Siswa SMPN 14 Bandung Hasela Nur Fadila; Endis Dara Viyanti; Rasyaputeri Pelangi Raya
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17537

Abstract

Abstrak Seni Budaya penting diajarkan kepada setiap generasi melalui pendidikan formal di Sekolah agar setiap siswa mengetahui kayanya seni dan budaya yang ada di Indonesia, memahami pentingnya Seni dan Budaya serta dapat mengimplementasikan di kehidupan masyarakat sehingga Seni Budaya tetap berfungsi dengan seharusnya di era gempuran seni dan budaya luar masuk dan lebih diminati oleh anak muda Indonesia. Kurikulum merupakan roh dalam tubuh pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap capaian pembelajaran Seni Budaya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menggambarkan dan memahami gambaran umum hasil dari pembelajaran siswa pada pelajaran seni budaya yang ditinjau berdasarkan kurikulum merdeka dengan capaian pembelajaran yang didapatkan melalui asesmen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi di SMPN 14 Bandung guna melihat capaian hasil dari pembelajaran siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di lapangan dan studi kepustakaan sebagai pengumpulan data dari berbagai media yang berkaitan dengan penelitian ini. Kebaruan penelitian ini berfokus pada evaluasi pembelajaran seni budaya yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka sebagai capaian dari pembelajaran siswa di SMPN 14 Bandung melalui asesmen yang diterapkan. Kebaruan penelitian ini terkait dengan pendekatan yang berfokus pada seni budaya di SMP yang belum banyak diteliti sebelumnya atau masih terbatas. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai bentuk evaluasi yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yaitu dengan asesmen diagnostik, asesmen sumatif, dan asesmen formatif yang diterapkan sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka. Kemudian membahas juga capaian pembelajaran seni rupa hasil dari asesmen yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yang telah cukup baik dilakukan, namun masih terdapat beberapa kendala yang datangnya dari siswa sendiri. Informasi ini dapat membantu guru menentukan jenis diferensiasi pembelajaran yang tepat dan efektif, sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang lebih berkeadilan. Abstract It is important for arts and culture to be taught to every generation through formal education at school so that every student knows the richness of arts and culture in Indonesia, understands the importance of arts and culture and can implement it in people's lives so that arts and culture continue to function as they should in the era of the onslaught of foreign arts and culture. entered and is more popular with young Indonesians. The curriculum is the spirit in the body of education which greatly influences the learning outcomes of Arts and Culture. The aim of this research is to describe and understand the general picture of the results of student learning in arts and culture lessons which are reviewed based on the independent curriculum with learning outcomes obtained through assessments. The method used in this research was observation at SMPN 14 Bandung to see the results of student learning in Arts and Culture subjects in the field and literature study to collect data from various media related to this research. The novelty of this research focuses on evaluating arts and culture learning adapted to the independent curriculum as an achievement of student learning at SMPN 14 Bandung through implemented assessments. The novelty of this research is related to the approach that focuses on arts and culture in junior high schools which has not been widely researched before or is still limited. This research produces a description of the form of evaluation implemented at SMPN 14 Bandung, namely diagnostic assessments, summative assessments and formative assessments which are implemented as part of the implementation of the independent curriculum. Then we also discuss the fine arts learning achievements resulting from the assessments implemented at SMPN 14 Bandung which have been carried out quite well, but there are still several obstacles that come from the students themselves. This information can help teachers determine the appropriate and effective type of learning differentiation, thereby achieving more equitable learning goals.
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya Terhadap Capaian Pembelajaran Siswa SMPN 14 Bandung Hasela Nur Fadila; Endis Dara Viyanti; Rasyaputeri Pelangi Raya
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17537

Abstract

Abstrak Seni Budaya penting diajarkan kepada setiap generasi melalui pendidikan formal di Sekolah agar setiap siswa mengetahui kayanya seni dan budaya yang ada di Indonesia, memahami pentingnya Seni dan Budaya serta dapat mengimplementasikan di kehidupan masyarakat sehingga Seni Budaya tetap berfungsi dengan seharusnya di era gempuran seni dan budaya luar masuk dan lebih diminati oleh anak muda Indonesia. Kurikulum merupakan roh dalam tubuh pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap capaian pembelajaran Seni Budaya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menggambarkan dan memahami gambaran umum hasil dari pembelajaran siswa pada pelajaran seni budaya yang ditinjau berdasarkan kurikulum merdeka dengan capaian pembelajaran yang didapatkan melalui asesmen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi di SMPN 14 Bandung guna melihat capaian hasil dari pembelajaran siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di lapangan dan studi kepustakaan sebagai pengumpulan data dari berbagai media yang berkaitan dengan penelitian ini. Kebaruan penelitian ini berfokus pada evaluasi pembelajaran seni budaya yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka sebagai capaian dari pembelajaran siswa di SMPN 14 Bandung melalui asesmen yang diterapkan. Kebaruan penelitian ini terkait dengan pendekatan yang berfokus pada seni budaya di SMP yang belum banyak diteliti sebelumnya atau masih terbatas. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai bentuk evaluasi yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yaitu dengan asesmen diagnostik, asesmen sumatif, dan asesmen formatif yang diterapkan sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka. Kemudian membahas juga capaian pembelajaran seni rupa hasil dari asesmen yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yang telah cukup baik dilakukan, namun masih terdapat beberapa kendala yang datangnya dari siswa sendiri. Informasi ini dapat membantu guru menentukan jenis diferensiasi pembelajaran yang tepat dan efektif, sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang lebih berkeadilan. Abstract It is important for arts and culture to be taught to every generation through formal education at school so that every student knows the richness of arts and culture in Indonesia, understands the importance of arts and culture and can implement it in people's lives so that arts and culture continue to function as they should in the era of the onslaught of foreign arts and culture. entered and is more popular with young Indonesians. The curriculum is the spirit in the body of education which greatly influences the learning outcomes of Arts and Culture. The aim of this research is to describe and understand the general picture of the results of student learning in arts and culture lessons which are reviewed based on the independent curriculum with learning outcomes obtained through assessments. The method used in this research was observation at SMPN 14 Bandung to see the results of student learning in Arts and Culture subjects in the field and literature study to collect data from various media related to this research. The novelty of this research focuses on evaluating arts and culture learning adapted to the independent curriculum as an achievement of student learning at SMPN 14 Bandung through implemented assessments. The novelty of this research is related to the approach that focuses on arts and culture in junior high schools which has not been widely researched before or is still limited. This research produces a description of the form of evaluation implemented at SMPN 14 Bandung, namely diagnostic assessments, summative assessments and formative assessments which are implemented as part of the implementation of the independent curriculum. Then we also discuss the fine arts learning achievements resulting from the assessments implemented at SMPN 14 Bandung which have been carried out quite well, but there are still several obstacles that come from the students themselves. This information can help teachers determine the appropriate and effective type of learning differentiation, thereby achieving more equitable learning goals.