Nur Azizah Puji Astuti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Buku Visual Kain Sasirangan Sebagai Media Literasi Masyarakat Kalimantan Selatan Nur Azizah Puji Astuti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.19097

Abstract

Abstrak Kain Sasirangan merupakan kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang dapat divisualisasikann dengan motif dan warna yang telah dipola secara dijelujur manual. Kain sasirangan dikenal dengan berbagai macam motif yang masing-masing mengandung makna yang cukup mendalam. Tujuan dari perancangan buku visual mengenai kain sasirangan adalah untuk memperkenalkan Sejarah, motif dan cara pembuatan sasirangan sebagai pengetahuan lokal bagi Masyarakat, sehingga penting untuk menyediakan literasi narasi dan visual mengenai sasirangan. Buku visual ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tidak sekedar pengetahuan secara umum. Dalam perancangan ini penulis menggunakan metode design thinking yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Setelah melalui beberapa tahapan tersebut maka hasil dari perancangan buku visual ini berfungsi sebagai media literasi Masyarakat dan menyajikan literatur baru dan dapat menambah referensi kepustakaan dalam budaya Banjar. Hasil dari perancangan buku visual ini memiliki media utama yaitu Buku Visual Sasirangan. Adapun media pendukung yang dibuat yaitu bookmark, totebag, stickers, gantungan kunci dan masker. Abstract Sasirangan is a traditional cloth from South Kalimantan, visualized with motifs and colors that have been manually patterned through a traditional process. Sasirangan is known for its various motifs, each carrying profound meaning. The goal of designing a visual book about Sasirangan is to introduce its history, motifs, and the process of its creation as local knowledge for the community. Therefore, it is important to provide both narrative and visual literacy about Sasirangan. The visual book also aims to offer a deeper understanding, not just general knowledge. In this design process, the author employs the design thinking method, which consists of several stage: empathize, define, ideate, prototype and test. After going through these stages, the result of this visual book design serves as a literacy medium for the community, presenting new literature and adding references to the library regarding Banjar culture. The main output of this visual book design is the visual book of Sasirangan. Additionally, supporting media created includes bookmarks, totebags, stickers, keychains and masks.
Perancangan Buku Visual Kain Sasirangan Sebagai Media Literasi Masyarakat Kalimantan Selatan Nur Azizah Puji Astuti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.19097

Abstract

Abstrak Kain Sasirangan merupakan kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang dapat divisualisasikann dengan motif dan warna yang telah dipola secara dijelujur manual. Kain sasirangan dikenal dengan berbagai macam motif yang masing-masing mengandung makna yang cukup mendalam. Tujuan dari perancangan buku visual mengenai kain sasirangan adalah untuk memperkenalkan Sejarah, motif dan cara pembuatan sasirangan sebagai pengetahuan lokal bagi Masyarakat, sehingga penting untuk menyediakan literasi narasi dan visual mengenai sasirangan. Buku visual ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tidak sekedar pengetahuan secara umum. Dalam perancangan ini penulis menggunakan metode design thinking yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Setelah melalui beberapa tahapan tersebut maka hasil dari perancangan buku visual ini berfungsi sebagai media literasi Masyarakat dan menyajikan literatur baru dan dapat menambah referensi kepustakaan dalam budaya Banjar. Hasil dari perancangan buku visual ini memiliki media utama yaitu Buku Visual Sasirangan. Adapun media pendukung yang dibuat yaitu bookmark, totebag, stickers, gantungan kunci dan masker. Abstract Sasirangan is a traditional cloth from South Kalimantan, visualized with motifs and colors that have been manually patterned through a traditional process. Sasirangan is known for its various motifs, each carrying profound meaning. The goal of designing a visual book about Sasirangan is to introduce its history, motifs, and the process of its creation as local knowledge for the community. Therefore, it is important to provide both narrative and visual literacy about Sasirangan. The visual book also aims to offer a deeper understanding, not just general knowledge. In this design process, the author employs the design thinking method, which consists of several stage: empathize, define, ideate, prototype and test. After going through these stages, the result of this visual book design serves as a literacy medium for the community, presenting new literature and adding references to the library regarding Banjar culture. The main output of this visual book design is the visual book of Sasirangan. Additionally, supporting media created includes bookmarks, totebags, stickers, keychains and masks.