p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Envirous
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA KEBERADAAN SISA KLOR BEBAS PADA JARINGAN DISTRIBUSI PDAM KABUPATEN BANTUL DENGAN EPANET 2.0 Ramadhan, Agfian Ijlal; Ratni, Naniek
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.35

Abstract

Kualitas air bersih adalah standar bagi perusahaan air minum pada saat air didistribusikan dari Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA). Langkah pengolahan yang penting untuk mendapatkan air yang bersih yaitu menghilangkan partikel, seperti bakteri pathogen dari air baku tersebut supaya layak untuk dikonsumsi. Untuk menghilangkan bakteri patogen tersebut dilakukan desinfeksi. Desinfiktan yang sering digunakan yaitu klor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisas keberadaan sisa klor bebas dalam jaringan distribusi PDAM Kabupaten Bantul dengan EPANET 2.0. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi, sedangkan tabel dan grafik merupakan penjelasan dari analisis deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sebanyak 80 sampel. Menurut Permenkes RI 492/MENKES/PER/VI/2010 rata-rata sisa klor pada pipa distribusi untuk pagi dan siang hari masih memenuhi baku mutu. Serta syarat rata-rata suhu ±3°C dan pH rentang 6,5 - 8,5 sudah terpenuhi. Terdapat hubungan semakin menurun konsentrasi sisa klor maka semakin tinggi nilai pH namun tidak terdapat korelasi antara suhu dan sisa klor.
LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) PENGOLAHAN SAMPAH PROSES TERMAL PADA TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SUPIT URANG KOTA MALANG Budiono, Dewa Indra Luqmana; Ratni, Naniek
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.38

Abstract

Kota Malang memiliki jumlah penduduk yang ditiap tahun meningkat, menyebabkan jumlah timbulan sampah dihasilkan oleh penduduk maupun fasilitas umum meningkat. Sampah diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Supit Urang berlokasi di Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat ini pengolahan masih menggunakan metode Controlled landfill sehingga dibutuhkan lahan luas untuk proses penimbunan. Pengambilan data timbulan sampah TPA dengan metode load count analysis. Analisis aspek lingkungan dilakukan dengan metode Life Cycle Assessment, input dan output proses digunakan software SimaPro v.9.0.0.47. Pada tahap analisis dibutuhkan proyeksi sampah masuk pada TPA Supit Urang yaitu 189.989 ton/tahun pada tahun 2030. Dari hasil analisa aspek teknis dihasilkan, yaitu pengolahan insinerasi sampah tercampur adalah paling baik karena hanya butuhan lahan sedikit sebesar 1.385m2, menggunakan 1 reaktor dan 14 orang pekerja. Untuk jenis sampah yang menghasilkan emisi paling rendah adalah organik biowaste. Hasil analisis dampak lingkungan dari pengolahan gasifikasi sampah organik biowaste adalah Global Warming 4,51E8 kg CO2 eq, Ozone layer depletion 1,74E3 CFC-11 eq, Photochemical oxidation 1,11E5 C2H4 eq, Asidifikasi 2,21E6 kg SO2 eq, Eutrofikasi 3,03E6 PO4 eq.
PENGARUH WAKTU DAN NUTRIEN PADA PROSES FERMENTASI SAMPAH ORGANIK MENJADI BIOETANOL DENGAN METODE SSF Nuraini, Adha Ilmi; Ratni, Naniek
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.40

Abstract

Bioetanol merupakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan yang dapat mengatasi semakin menipisnya ketersediaan sumber minyak bumi di Indonesia dan mengurangi bertambahnya gas rumah kaca. Sampah organik dapat menjadi salah satu bahan baku pembuatan bioetanol karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi sampah organik yang diolah menjadi bioetanol. Penelitian ini menggunakan sampah sayur, sampah buah, dan sampah daun lalu difermentasi menggunakan ragi roti yang mengandung Saccharomyces c. Penambahan nutrien (urea dan NPK) dan waktu fermentasi selama 3 hari, 5 hari, dan 7 hari dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Pembuatan bioetanol dilakukan dengan metode SSF (Simultaneous Saccharification and Fermentation) sehingga proses hidrolisis dan proses fermentasi terjadi secara simultan. Hasil penelitian dengan kadar etanol tertinggi sebesar 18,79 % dengan waktu fermentasi 5 hari dan penambahan urea 25 gr. Penambahan nutrien dan waktu fermentasi mempengaruhi kadar etanol yang dihasilkan.