Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Pengelolaan Sampah Sekolah dan Pemberdayaan Siswa Melalui Teknik Kompos Takakura: Pengabdian Djusmadi Rasyid; Anshar Rante; Warda M; Ratri Dwi Utami; Dian Ulfiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.465

Abstract

Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah berbasis asrama, seperti Pondok Tahfizh Al-Qur’an Daarul Furqon Palopo, menghadapi tantangan serius akibat akumulasi sampah organik yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang sistematis untuk memberdayakan santri dalam pengelolaan sampah melalui metode yang efisien dan ramah lingkungan, seperti kompos Takakura. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengelola sampah organik melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi. Pelaksanaan melibatkan 41 peserta berusia 12-19 tahun yang mayoritas adalah siswa setingkat SMP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi, dimana sebelum edukasi, 85,4% peserta berada pada kategori pengetahuan cukup, sementara setelah pelatihan, 100% peserta mencapai kategori pengetahuan baik. Uji Wilcoxon menghasilkan p value = 0.00, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari edukasi dan pelatihan. Pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan asrama dapat dicapai melalui edukasi dan pelatihan intensif yang melibatkan santri sebagai agen perubahan.
Pemberdayaan Komunitas Pekerja Melalui Pelatihan K3 Berbasis Lingkungan Kerja Sehat di Desa Tiromanda Patsal, Muqtashida; Dian Ulfiana; Khadijah Rahmat, Saripa; Syadat , Muhammad; Suharsono, Muhammad
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i2.7910

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan komunitas pekerja di Desa Tiromanda mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Program dilaksanakan melalui tiga bentuk kegiatan utama, yaitu sosialisasi K3, pemasangan poster K3, pengisian kuesioner, serta pembagian alat pelindung diri (APD). Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi lapangan, wawancara informal, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko kerja, penggunaan APD, serta pentingnya budaya kerja aman dan sehat. Kegiatan telah memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran keselamatan kerja dan komitmen masyarakat untuk menerapkan prinsip K3. Diharapkan program lanjutan berupa monitoring penggunaan APD dan pelatihan darurat dapat memperkuat keberlanjutan intervensi ini. Kata kunci: K3, Lingkungan Kerja Sehat, Pemberdayaan Pekerja, APD, Desa Tiromanda ABSTRACT This community service activity aims to increase the awareness, knowledge, and skills of the worker community in Tiromanda Village regarding Occupational Health and Safety (OHS). The program was implemented through four main activities: OHS socialization, the installation of OHS posters, the distribution of questionnaires, and the provision of Personal Protective Equipment (PPE). A qualitative approach was employed, utilizing field observations, informal interviews, and documentation. The results of the activity indicate an improvement in the community's understanding of occupational risks, the proper use of PPE, and the importance of a safe and healthy work culture. The initiative has delivered a positive impact by increasing safety awareness and the community's commitment to implementing OHS principles. It is expected that follow-up programs, such as monitoring PPE usage and emergency response training, will strengthen the sustainability of this intervention.