Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontroversi Pemahaman Masyarakat Perkotaan Terhadap Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Al-Asmâ’ Wa A? ?ifât Dan Implikasinya Bikodarin, Bikodarin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i3.2486

Abstract

Penelitian ini membahas kontroversi pemahaman masyarakat perkotaan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang al-Asmâ’ wa a?-?ifât, khususnya di Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Dengan melibatkan 150 partisipan yang terdiri dari tokoh agama, akademisi, dan masyarakat umum, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman mereka, mengidentifikasi aktor intelektual yang memengaruhi, serta memahami faktor dan implikasi yang timbul dalam kehidupan sosial dan kenegaraan. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD), yang memungkinkan pengumpulan data yang kaya dan kontekstual. Metode penelitian ini bersifat kualitatif, memadukan kajian pustaka dan lapangan dengan pendekatan fenomenologi dan sosiologi fungsionalisme konflik. Tiga model pemahaman ditemukan: pertama, pendekatan Asyâ’irah melalui ta’wîl dan tafwî? untuk menjaga akidah dari tasybîh (penyerupaan Allah dengan makhluk); kedua, pendekatan salafi-wahabi melalui i?bât (memahami secara literal); ketiga, pendekatan rasional yang memadukan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% masyarakat cenderung bersikap kontradiktif, dengan dominasi pendekatan Asyâ’irah (40%) karena kesederhanaannya. Perbedaan pemahaman ini sering memicu klaim kebenaran, fanatisme, hingga konflik sosial. Dalam konteks bernegara, perbedaan ini berpotensi menghambat pembangunan, menimbulkan disintegrasi sosial, dan menggerus persatuan umat Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap studi Islam dan masyarakat dengan menyoroti pentingnya dialog dan toleransi dalam memahami teks-teks keagamaan untuk meminimalkan konflik serta memperkuat ukhuwah Islamiyyah dan kebangsaan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan dialog antarumat beragama di Indonesia.