Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Laporan Kasus: Otitis Eksterna Sirkumskripta Auricula Dextra Dan Sinistra Di Rsud Arjawinangun, Cirebon Nadilla, Syaffira Novitasari; Maryono, Ika Yuliartanti; Murtia, Anggri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i3.2569

Abstract

Otitis eksterna adalah radang liang telinga yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau virus, dan dapat bersifat akut atau kronis. Kasus yang dilaporkan melibatkan seorang wanita berusia 46 tahun dengan otitis eksterna sirkumskripta di kedua telinga, yang mengalami nyeri saat membuka mulut atau mengunyah. Kebiasaan pasien membersihkan telinga dengan alat berbahan besi dianggap sebagai penyebab utama. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya furunkolosis di liang telinga kanan dan kiri. Tatalaksana yang diberikan meliputi pembersihan liang telinga dengan NaCl 0,9%, serta pemberian parasetamol 500 mg dan Otilon tetes telinga sebagai antibiotik topikal. Pasien juga disarankan untuk kontrol ke dokter THT setiap enam bulan. Selain itu, penelitian di Universitas Sam Ratulangi menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara durasi tidur dan kadar glukosa darah puasa pada mahasiswa, meskipun durasi tidur yang tidak ideal dapat berdampak negatif pada kesehatan. Mayoritas mahasiswa mengalami masalah dalam pengelolaan waktu atau tekanan akademis, yang menyebabkan kekurangan tidur. Hal ini menyoroti pentingnya kesadaran akan kualitas tidur dan perlunya intervensi untuk manajemen stres, serta kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan.
Gambaran Prevalensi Sinusitis Di Poli THT RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang Dari Bulan Agustus 2023 – Agustus 2025 Azzahra, Shabrina Aurianti; Priharto, Ilham; Murtia, Anggri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6109

Abstract

Latar Belakang : Sinusitis merupakan salah satu penyakit THT yang paling sering dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan. Penyakit ini termasuk dalam kelompok infeksi saluran pernapasan atas yang sering menyebabkan pasien datang berobat ke poli THT. Tingginya angka kejadian sinusitis menjadikannya sebagai salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di rumah sakit, dengan karakteristik pasien yang bervariasi. Tujuan Penelitian : Untuk melihat gambaran prevalensi sinusitis di poli THT RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang dari bulan Agustus 2023 – Agustus 2025 serta untuk mengidentifikasi karakteristik pasien sinusitis berdasarkan keluhan utama, riwayat alergi dan komorbid, usia serta jenis kelamin. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional retrospektif bersifat deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien yang datang ke poli THT RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang pada periode Agustus 2023 – Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil Penelitian : Jumlah rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi adalah 99 pasien yang terdiagnosis sinusitis. Karakteristik berdasarkan usia menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa (19–59 tahun) merupakan kelompok terbanyak, yaitu sebanyak 79 pasien (80%). Berdasarkan jenis kelamin, pasien yang terdiagnosis sinusitis lebih banyak berasal dari kelompok perempuan, yaitu sebanyak 65 pasien (66%). Keluhan utama terbanyak yang dialami pasien adalah pilek sebanyak 32 pasien (32%), diikuti hidung tersumbat sebanyak 27 pasien (27%) dan nyeri wajah/kepala sebanyak 26 pasien (26%). Kesimpulan : Hasil penelitian dari data sekunder pasien sinusitis periode Agustus 2023–Agustus 2025 didapatkan 99 pasien dengan pola keluhan utama didominasi oleh pilek, hidung tersumbat, dan nyeri wajah atau kepala. Distribusi usia menunjukkan bahwa kelompok dewasa merupakan kelompok terbanyak yang terdiagnosis sinusitis, sementara perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki.