Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jejak Sejarah Maluku Terselatan Gerardus Setitit, Stephanus
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i2.286

Abstract

Desentralisasi pemerintahan Hindia Belanda memberikan dampak signifikan pada wilayah Maluku Tenggara, yang pada masa itu dikenal sebagai Maluku Terselatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses desentralisasi, pembentukan struktur pemerintahan lokal, dan pengaruhnya terhadap pengembangan identitas wilayah. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif historis, data penelitian diperoleh dari arsip, dokumen resmi, dan literatur pendukungHasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan desentralisasi memperkuat partisipasi lokal melalui pembentukan Locale Raad, meskipun dihadapkan pada kendala administratif dan sosial. Penetapan Tual sebagai pusat administrasi berperan penting dalam memperkuat identitas regional, namun tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konflik internal menjadi hambatan dalam implementasi kebijakan. Mosi Rakyat Kei pada tahun 1947 menjadi tonggak penting dalam perjuangan masyarakat Kei untuk mendapatkan pengakuan administratif yang lebih luas. Kesimpulannya, desentralisasi memiliki peran penting dalam membentuk identitas Maluku Tenggara, meski masih memerlukan optimalisasi dalam implementasinya.