Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Produktivitas Excavator Komatsu Pc 1250 dan OHT Komatsu 785 pada Pengupasan Overburden Pada Bulan Februari Pt Dizamatra Powerindo Lahat Sumatera Selatan Delti, Delti; Husni, Ahmad; Nursani, Rodiyah
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 9 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i9.408

Abstract

PT Dizamatra Powerindo merupakan perusahaan independen di bidang pertambangan batubara dengan target produksi 378.000 ton dan target pengupasan overburden sebesar 2.872.800 BCM pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas alat gali muat excavator Komatsu PC 1250 dan alat angkut OHT Komatsu 785 dalam kegiatan pengupasan overburden di Pit Tengah. Metode penelitian menggunakan pengambilan data cycle time sebanyak 30 data pada bulan Februari 2025 dengan pendekatan observasi langsung dan pengolahan data statistik. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas alat gali muat sebesar 542,029 BCM/jam dengan cycle time rata-rata 22,29 detik, sedangkan produktivitas alat angkut mencapai 103,617 BCM/jam dengan cycle time rata-rata 17,49 menit. Efisiensi kerja mencapai 83% dengan match factor 0,76, yang menunjukkan adanya waktu tunggu bagi alat gali muat menunggu alat angkut. Untuk mengoptimalkan kinerja unit dan mencapai match factor 0,95, disarankan pengurangan jumlah unit alat angkut menjadi 5 unit untuk mengurangi waktu tunggu alat gali muat. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas meliputi kondisi jalan angkut, cuaca, bucket fill factor (0,71), dan swell factor (0,85). Penelitian ini memberikan kontribusi dalam optimasi operasional penambangan batubara khususnya dalam pengupasan overburden menggunakan alat berat.
Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Pengangkutan Batubara Di PT Lematang Coal Lestari Muara Enim Sumatera Selatan Nursani, Rodiyah; Yovanda, Ridho; Gumanti, Suhardiman
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.22115

Abstract

The occupational safety and health (K3) conditions of companies in Indonesia are estimated to be quite low, this can be seen from the high risk of accidents that can occur in a company. Work accidents occur due to workers, work tools and the work environment, so it is necessary to implement occupational safety and health (K3) in carrying out mining activities. Safety and health factors are very important because they have a big influence on employees, society and also company assets. The aim of this research is to look at the implementation of Occupational Health and Safety in coal transportation at PT Lematang Coal Lestari. The method used in this research was field observation in the form of visits and direct field observations as well as data collection in the form of interviews or surveys. The research results showed that from the 8 questionnaire questions given to 5 respondents, PT Lematang Coal Lestari (LCL) employees received very good responses. Keywords: Occupational Health and Safety, Transportation, Coal.
Analisis Pengendalian Air Asam Tambang Menggunakan Kapur Tohor pada KPL AL-14 (Taman) Site Tambang Air Laya PT Bukit Asam TBK Tanjung Enim Sumatera Selatan Supriyanto, Agus; Husni, Ahmad; Nursani, Rodiyah
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 12 (2025): Blantika: Multidisciplinary Journal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i12.471

Abstract

This study discusses the control of acid mine drainage (AMD) using quicklime (CaO) in the AL-14 (Taman) Sludge Settling Pond (KPL) at the Air Laya Mine site of PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, South Sumatra. Acid mine drainage is waste formed due to the oxidation of sulfide minerals, which can degrade water quality and damage the environment. This study aims to analyze the AMD control system, determine the ideal dosage of quicklime, calculate liming costs, and identify factors that influence daily lime requirements. The research method used is an experimental and observational approach, including laboratory tests using the jar test method and direct observations in the field during the period of April 28 to June 30, 2025. Tests were conducted on acid mine drainage samples with varying doses of quicklime (0–0.5 gr/L) to determine the optimum dose for increasing pH and reducing TSS. The test results showed that the ideal dose of quicklime to increase pH from 5.20 to the standard range (6–9) is between 0.1121–0.2812 gr/L, with an actual requirement of approximately 5 sacks/day. However, field usage reached an average of 10 sacks/day, causing cost overruns of up to Rp 381,600,000/month. The main factors influencing lime requirements are rainfall and runoff flow. This study provides recommendations for the implementation of an automatic monitoring system and blending system to improve the efficiency of AAT processing and reduce chemical waste.
Analisis Kesesuaian Parameter Geometrik (Lebar dan Grade) Jalan Hauling terhadap Potensi Bahaya Kecelakaan pada Tambang Batubara Gumanti, Suhardiman; Nursani, Rodiyah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i3.64022

Abstract

Latar belakang: Geometri jalan hauling merupakan komponen krusial dalam sistem transportasi tambang terbuka yang secara langsung memengaruhi keselamatan dan produktivitas operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian parameter lebar jalan dan grade terhadap standar teknis serta mengevaluasi hubungan keduanya terhadap potensi bahaya kecelakaan pada jalan hauling sepanjang 1.505,98 m yang dioperasikan oleh Caterpillar 775. Metode: Metode yang digunakan adalah evaluasi kuantitatif-komparatif terhadap standar Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 serta literatur desain haul road internasional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33,33% segmen jalan belum memenuhi standar lebar minimum, sedangkan 93,75% segmen masih memenuhi batas aman grade operasional. Kombinasi lebar tidak sesuai dan grade tinggi pada satu segmen teridentifikasi sebagai zona risiko tertinggi. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa ketidaksesuaian lebar jalan berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan probabilitas kecelakaan, sementara grade berpengaruh terhadap tingkat keparahan dampak kecelakaan.