Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DETEKSI EFEK PULAU PANAS PERKOTAAN DI KOTA PEKANBARU : KAJIAN MENGGUNAKAN TREND SUHU DAN DTR Nazarudin, Leni
Jurnal Widya Climago Vol 3 No 2 (2021): Pengembangan Kompetensi dan Penguatan Informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geof
Publisher : Pusdiklat BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To detect of urban heat island effect in Pekanbaru and to identify climate change, daily temperature data processing of Pekanbaru Meteorological Station in urban area and Japura Rengat Meteorological Station data in the rural region from 1982-2010 (29 years) include: minimum temperature, temperature 07.00 WIB, temperature at 13.00 WIB, maximum temperature and temperature at 18.00 WIB from 1982-2010 (29 years). Performed daily DTR (Daily Temperature Range = Tmaximum - Tminimum) trends, monthly, annual and decadal averages. The effects of urban heat island or urban heat island effect (UHIE) have occurred in Pekanbaru. Some of the indications are: annual average annual DTR decrease of 3.2 ° C per 100 years that does not occur in Japura Rengat. The narrowing of DTR in Pekanbaru is caused more by a very significant annual minimum temperature increase of 5.7 ° C per 100 years which is greater than the maximum temperature rise of 2.0 ° C per 100 years. Minimum temperature rise in Pekanbaru began to occur since 2000 in line with the development of the city. Other indications are significant rise in temperature of 18.00 hours which is 7.6 ° C per 100 years and temperature of 07.00 hours of 6.6 ° C per 100 years.
Simulasi Proyeksi Produksi Padi Tahun 2030-2062 Dibandingkan Produksi Padi Tahun 1980-2012 Menggunakan Model AquaCrop di Banyuwangi Jawa Timur Nazarudin, Leni
Megasains Vol 10 No 1 (2019): Megasains Vol. 10 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v10i1.169

Abstract

Menggunakan data harian iklim periode 1980-2012 (33 tahun) dari Stasiun Meteorologi Banyuwangi Jawa Timur, telah dibuat proyeksi suhu maksimum, suhu minimum dan evapotranspirasi potensial (ETo) serta curah hujan 50 tahun ke depan (2030- 2062) berdasarkan tren linier perubahannya pada periode historis. Menggunakan data iklim historis (1980- 2012) dan data iklim proyeksi (2030- 2062), dilakukan simulasi produksi padi menggunakan model AquaCrop. Suhu malam hari (suhu minimum) meningkat dengan laju yang lebih besar daripada suhu siang (suhu maksimum). Proyeksi suhu maksimum di Banyuwangi pada tahun 2030-2062 berada pada kisaran 31.6°C – 32.2 °C dan suhu minimum pada kisaran 24.8°C – 26.0°C. Evapotranspirasi mengalami penurunan 0.3 mm/hari dari 1497 mm/tahun di tahun 1980 menjadi 1390 mm/tahun di tahun 2030 dan 1320 mm/tahun di tahun 2062. Dengan asumsi terjadi peningkatan curah hujan ekstrim sebesar 30%, curah hujan pada puncak musim hujan bertambah dan curah hujan pada puncak musim kemarau berkurang. Produksi padi pada tahun 2030-2062 diproyeksikan meningkat setiap bulan sepanjang tahun sekitar 1 ton kecuali bila tanam pada bulan April. Peningkatan curah hujan di masa mendatang, memperpanjang musim tanam padi yang semula 9 bulan dalam setahun menjadi 11 bulan
HUJAN ASAM DI CITEKO BOGOR DAN KEMAYORAN JAKARTA Nazarudin, Leni
Megasains Vol 7 No 3 (2016): Megasains Vol. 7 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v7i3.196

Abstract

Menggunakan data ion sulfat dan ion nitrat yang tertampung di stasiun pengamatan kualitas udara di Citeko, Puncak Bogor dan di Kemayoran, Jakarta Pusat dari tahun 1993 – 2012, telah dilakukan perhitungan deposisi asam menggunakan teknik analisis kation dan anion dari sampel air hujan menggunakan metode ion kromatografi. Wilayah Citeko yang berada di wilayah puncak Bogor telah terekspose hujan asam. Deposisi asam di Citeko rata- rata 10.5 meq/m2/bulan setara dengan 5.04 kg/ha/bulan dengan kisaran antara 6.11 – 13.03 meq/m2/bulan. Di Kemayoran, deposisi asam bulanan rata-rata sebesar 8.5 meq/m2/bulan atau setara dengan 4.08 kg/ha /bulan dengan kisaran antara 5.15 - 15.2 meq/m2/bulan. Di kedua lokasi, jenis asam yang terdeposisi sebagian besar dari kontribusi asam sulfat masing masing 69.9% di Kemayoran dan 64.9 di Citeko. Di Kemayoran, asam sulfat terdeposisi lebih banyak daripada di Citeko. Nitrat terdeposisi lebih banyak di Citeko daripada di Kemayoran. Berdasarkan data windrose bulanan dan normal tahunan di Citeko, kemungkinan telah terjadi transpor polutan SO2 dan NO2 yaitu dari wilayah DKI Jakarta, Depok, Tangerang dan sekitarnya ke wilayah puncak Bogor. Vektor angin lokal (angin laut-darat) juga berperan dalam membawa polutan ke daerah Citeko di Puncak Bogor
DETEKSI PERUBAHAN IKLIM DARI DATA CURAH HUJAN BULANAN DI KALIMANTAN BARAT Nazarudin, Leni
Megasains Vol 4 No 3 (2013): Megasains Vol. 4 No.3 Tahun 2013
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/d4fh3p37

Abstract

Telah dilakukan kajian untuk mendeteksi perubahan iklim dengan menggunakan data curah hujan bulanan dari 59 titik pengamatan di Kalimantan Barat. Uji statistik Mann-Kendall dan metode Sens digunakan dalam penelitian ini. Nilai tren tersebut ditampilkan dalam bentuk peta spasial dengan menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil penelitian menunjukkan Kalimantan Barat mempunyai pola curah hujan bimodal (dua puncak hujan), dengan puncak pertama terjadi pada bulan April, dan puncak kedua terjadi pada bulan Desember. Curah hujan tahunan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat menunjukkan tren penurunan yang signifikan pada kisaran 1-70 mm/tahun. Curah hujan pada bulan-bulan kering (Juni dan Juli) meningkat secara signifikan sebesar 1-10 mm/bulan di sebagian besar wilayah. Sebaliknya, pada musim hujan (Maret, Mei dan November hingga Januari), curah hujan menurun secara signifikan di sebagian besar wilayah, terutama di bagian selatan dan barat.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI DI PULAU JAWA DI MASA MENDATANG Nazarudin, Leni
Jurnal Widya Climago Vol 6 No 2 (2024): Developing Human Resource Competencies in Climate Analysis and Learning Innovatio
Publisher : Pusdiklat BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using the climate projection data from the ensemble model output from the CORDEX-SEA (Coordinated Regional Climate Downscaling Experiment-South East Asia) grid-based (25 km x 25 km) project in Java (205 grids), a simulation of growth and production of rice was carried out using the AquaCrop FAO model (AquaCrop64bit version 5.0). The climate projection data is an ensemble of 6 models: CNRM-CM5, CSIRO-MK3.6, EC-EARTH, GFDL-ESM2M, IPSL and MPI-ESM-MR consisting of a 30-year period data: historical data for the period 1976-2005, RCP4.5 scenario for the 2020-2049 period and RCP8.5 scenario data for the 2020-2049 period in the form of daily rainfall data, maximum temperature, average temperature and minimum temperature. AquaCrop simulation uses climate and soil texture data variables with irrigation sources from rainwater. This study aims to determine the impact of climate change on rice productivity in Java as the changes in rice productivity in Java in the near future period (2020-2049) against the historical period (1976-2005) using RCP4.5 and RCP8.5 scenarios in the months of rainy season, dry season and transition seasons.. Climate change has an impact on increasing rice productivity 0-30% in the rainy season months throughout Java and in the dry season months it has an impact on reducing rice productivity 60-90% with a high emission scenario (RCP8.5) in rice production centers in coastal areas north of West Java, middle Java and the center of rice production in East Java. This condition can threaten national food security in the future.