Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Kehidupan Nelayan Pangandaran (1950-1970 an) Afidah, Dahimatul
Siginjai: Jurnal Sejarah Vol 2 No 2 (2022): Siginjai: Jurnal Sejarah
Publisher : Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.419 KB) | DOI: 10.22437/js.v2i2.21598

Abstract

Pangandaran is one of the areas where the community's economy relies on the maritime sector. The life dynamics of Pangandaran fishermen from 1950 to 1970 showed an important change. These changes include changes in the use of equipment for sailing to changes in economic characteristics. From 1950 to the end of 1960, the Pangandaran community still used traditional equipment for sailing. Changes occurred in 1970 when the government began to introduce a more modern shipping system using engines. In addition to shipping techniques, major changes also occurred which also began in the 1970s when Pangandaran was opened to become a tourist attraction open to the public. This change can be seen from the change in the economic mindset of the people who used to be "farmer fishermen" then turned into "trade fishermen". This study uses historical research methods consisting of heuristics, verification, interpretation and historiography. This study tries to combine two main sources, namely archival sources and oral sources where the research data sources are obtained from interviews with historical actors. The results of this study are expected to enrich the sources of maritime history studies which are still quite limited.
Dinamika Komunitas Gotong Royong dalam Pelestarian Budaya Macapat di Desa Glagahwero (1960-1998) Islami Kun'ana, Untsa; Hasna Auliya, Nafisah; Afidah, Dahimatul
MIMESIS Vol. 6 No. 2 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mms.v6i2.12842

Abstract

Krisis identitas budaya di kalangan generasi muda Indonesia tampak dari lunturnya apresiasi terhadap warisan budaya lokal. Namun, secercah harapan muncul dari Desa Glagahwero, Jember, Jawa Timur, melalui kiprah Komunitas Gotong Royong dalam menjaga tradisi Macapat. Penelitian ini bertujuan mengungkap dinamika pelestarian budaya Macapat pada periode 1960–1998 yang dilakukan komunitas tersebut. Komunitas Macapat Gotong Royong memainkan peran sentral dalam mempertahankan kesenian lisan Jawa melalui berbagai strategi seperti pertemuan rutin, pembentukan kelompok seni tradisional, serta penyelenggaraan festival budaya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas tahapan heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari wawancara dengan tokoh komunitas dan dokumen arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat gotong royong, peran tokoh agama, serta dukungan pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam menjaga eksistensi Macapat di tengah tantangan modernisasi dan perubahan sosial. Selain itu, penelitian ini menegaskan pentingnya keberadaan komunitas sebagai agen pelestarian budaya lokal yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian sejarah sosial dan pelestarian budaya serta dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Pemanfaatan Website Desa Sebagai Media Komunikasi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Sumber Canting Wringin Bondowoso Afidah, Dahimatul; Ismayawati, Ina; Ro’yi, Nabila
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.115

Abstract

Peradaban saat ini telah memasuki era revolusi industry 4.0 yang dicirikan dengan digitalisasi setiap unsur kehidupan. Peradaban 4.0 sudah semestinya menjangkau seluruh elemen masyarakat. Akan tetapi faktanya, tidak semua tempat telah terjamah peradaban 4.0. Salah satu tempat yang tidak terjamah peradaban 4.0 adalah Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu, peneliti tergugah untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat desa dalam hal ini adalah perangkat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain peningkatan wawasan terkait website dan social media serta teknik penulisan berita. Kata Kunci: Peradaban 4.0; Website Desa; Media Komunikasi Civilization today has entered the industrial 4.0 revolution of which is characterized by a digitization of every element of life. Civilization 4.0 is supposed to cover all elements of society. The fact is, however, not all places have been explored in civilization 4.0. One of the unexplored areas of civilization 4.0 is the canting source village, wringin district, bondowoso county. Hence, researchers moved to perform empowerment of village communities in this regard is a rural tool through the use of information technology. Results obtained during these public works of devotion include increased insight on websites and social media as well as in news writing techniques. Keywords:Civilization 4.0; Village Website; Communication Media
Pengembangan Kesenian Hadrah Sebagai Upaya dalam Membentuk Karakter Islami Para Pemuda Desa Sumber Canting Afidah, Dahimatul; Faradila, Rizky; Lupi, Moh. Bahtiar; Lami, Muhammad Dliyaul
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.120

Abstract

Artikel ini membahas mengenai kesenian Islam yang berupa kegiatan hadrah yang dibentuk oleh peneliti dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia di desa Sumber Canting. Penelitian dilaksanakan ketika pandemi Covid, sehingga dalam penelitian ini terdapat beberapa kendala yang salah satu poin pentingnya yakni tidak adanya izin untuk mengumpulkan masyarakat guna memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan. Sumber Daya Manusia terbanyak di desa tersebut berupa pemuda, yang mana para pemuda kurang mendapat perhatian khusus dalam hal kegiatan yang akan berdampak positif untuk kedepannya. Sehingga dengan alasan tersebut, pemuda yang masih memiliki semangat yang menggebu-gebu diharap mampu mengembangkan kesenian hadrah di desa Sumber Canting. Selain itu, kesenian hadrah juga merupakan sebuah media untuk berdakwah melalui musik. Dengan aktivitas yang baru ini, pemuda Sumber Canting lebih memiliki jiwa keagamaan yang kuat. Sebab, didalam kesenian hadrah tidak hanya belajar mengenai musik akan tetapi terdapat sholawat ,penguatan mental dan skill. Maka pemilihan pemuda dalam pelestarian kesenian hadrah ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Jika dilihat, akhir-akhir ini banyak sekali pemuda pengangguran dan hanya bermain game serta bermedia sosial. Waktu yang mereka gunakan terbuang begitu saja tanpa adanya timbal balik yang bersifat positif bagi mereka. Adapun penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan yakni metode ABCD (Asset Based Community Development). Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menemukan potensi dalam setiap elemen kehidupan berupa aset.