Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah kondisi medis serius yang disebabkan oleh infeksi virus HIV yang merusak sel CD4, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) apabila jumlah sel T CD4 turun drastis, dan pasien menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik. Komplikasi pada pasien HIV sering kali meliputi gangguan metabolik, pneumonia, wasting syndrome, serta masalah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi diet pada pasien HIV dengan komplikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan satu pasien rawat inap di RS X pada bulan Oktober 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami gejala hipopireksia, vomiting profis, pneumonia, dan wasting syndrome, serta memiliki status gizi buruk. Meskipun asupan makanan pasien secara keseluruhan sesuai dengan kebutuhan gizi, ada penurunan signifikan pada asupan protein dan lemak dalam beberapa hari. Hasil analisis biokimia mengindikasikan adanya anemia dan gangguan fungsi hati. Intervensi dilakukan untuk meningkatkan asupan energi, protein, zat besi, serta membatasi lemak untuk memperbaiki status gizi pasien. Hasil monitoring asupan makan menunjukkan adanya fluktuasi, dengan asupan energi dan zat besi yang sebagian besar mencapai target, sementara asupan protein dan lemak masih perlu perbaikan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa diet yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi pasien HIV dapat membantu meningkatkan kondisi fisik dan mempercepat pemulihan, meskipun preferensi makanan pasien dan perubahan pola makan mempengaruhi pemenuhan target gizi.