Penyakit tidak menular merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satunya adalah hipertensi, yang sering kali dianggap sepele namun dapat memicu komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko seperti pola tidur yang buruk, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kualitas tidur yang rendah dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa (21-55 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case-control. Data diperoleh dari 52 responden yang terdiri dari 26 kasus dan 26 kontrol, dipilih melalui metode purposive sampling dengan rasio 1:1. Data dikumpulkan pada Oktober 2023 dan dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor risiko dan hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa (p-value=0,004< α) sehingga ada hubungan. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara indeks massa tubuh (p-value=0,139> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan, pola tidur (p-value=0,749> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan, pola makan (p-value=0,271> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan, dan kualitas tidur (p-value=0,148> α 0,05) sehingga tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merekomendasikan agar Puskesmas Meureubo meningkatkan upaya skrining kesehatan secara rutin pada kelompok usia dewasa untuk mendeteksi hipertensi sejak dini. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan pola makan seimbang, perlu digalakkan untuk mencegah peningkatan kasus hipertensi di masa mendatang.