Penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit neurodegeneratif menjadi masalah kesehatan yang signifikan di masyarakat. Salah satu strategi pencegahan dan pengobatan yang potensial adalah pemanfaatan senyawa fitokimia dengan aktivitas antikanker dan neuroprotektif. Caffeic acid (asam kafeat) adalah salah satu senyawa fenol yang banyak ditemukan pada berbagai bahan pangan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji manfaat fitokimia caffeic acid sebagai agen antikanker dan neuroprotektif berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur menggunakan artikel yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir dari sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CA memiliki efek sitotoksik yang signifikan terhadap berbagai garis sel kanker, termasuk glioblastoma dan adenokarsinoma kolorektal, dengan memodulasi interaksi membran sel. Selain itu, CA juga terbukti melindungi sel saraf dari kerusakan yang diinduksi oleh amyloid beta, meningkatkan kemampuan kognitif dan memori pada model tikus penyakit Alzheimer. CA berfungsi dengan meningkatkan ekspresi faktor pertahanan antioksidan seperti Nrf2 dan HO-1, serta mengurangi stres oksidatif dan peroksidasi lipid. Penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi CA dengan obat kemoterapi seperti paclitaxel dan bortezomib dapat meningkatkan efektivitas terapi kanker. Kesimpulannya, asam kafeat memiliki potensi besar sebagai agen antikanker dan neuroprotektif, menawarkan alternatif yang aman dan efektif dalam pengobatan penyakit degeneratif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme aksi CA dan potensi aplikasinya dalam terapi klinis.