Khoirunnisa, Tiara Eka Pramudita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI DAN EDUKASI BAKPAO KELOR SEBAGAI ALTERNATIF HIDANGAN ANTI STUNTING DI DESA PENANGGUNGAN, MOJOKERTO Khoirunnisa, Tiara Eka Pramudita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42829

Abstract

Di Indonesia, stunting masih menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki permasalahan gizi yang cukup tinggi, termasuk di Desa Penanggungan, Kota Mojokerto. Kurangnya asupan gizi pada anak usia dini berkontribusi terhadap masalah ini, yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi termasuk protein, kalsium, zat besi, dan vitamin A, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak. Upaya mengatasi stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan guna mengubah pola pemberian makanan pada anak melalui edukasi gizi yang tepat untuk mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi edukasi kepada kader kesehatan dan anggota PKK mengenai stunting, penyebabnya, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pemanfaatan daun keelor untuk mencegah stunting. Program sosialisasi dilakukan kepada kader kesehatan dan anggota PKK dengan memberikan edukasi tentang stunting serta manfaat daun kelor melalui ceramah dan pemutaran video. Pengukuran efektivitas sosialisasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan partisipan secara signifikan. Rata-rata nilai pre-test yang awalnya sebesar 48,57 meningkat menjadi 87,71 pada post-test. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting dan pemanfaatan daun kelor. Sosialisasi dan edukasi mengenai bakpao kelor sebagai alternatif makanan anti-stunting terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Diharapkan dengan pemanfaatan bahan pangan lokal seperti daun kelor, angka stunting di Desa Penanggungan dapat berkurang.