Maharani, Evita Annisa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEBARAN KASUS TUBERKULOSIS BERDASARKAN KEPADATAN PENDUDUK DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2021-2023 Maharani, Evita Annisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43114

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), jumlah TBC di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat. Jawa Timur sebagai salah satu penyumbang TBC terbanyak di Indonesia, sekaligus lima besar berkepadatan penduduk tinggi se-Indonesia.  Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai persebaran kasus TBC berdasarkan kepadatan penduduk di Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui hubungan antara kepadatan penduduk dengan  kasus TBC di Jawa Timur Penelitian deskriptif dengan desain studi korelasi populasi. Menggunakan data sekunder dari Profil Kesehatan Jawa Timur Tahun 2021, 2022, dan 2023. Selanjutnya, dilakukan pemetaan dengan aplikasi health mapper Terjadi peningkatan kasus TBC dari tahun 2021-2023 yang diikuti dengan peningkatan kepadatan penduduk. Dari 38 kabupaten/kota, 4 di antaranya mengalami fluktuatif kasus TBC. Wilayah yang mengalami peningkatan kepadatan penduduk yaitu Banyuwangi, Sidoarjo, Jombang, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Lumajang, Malang, Pamekasan, Sampang, dan Situbondo. Kemudian, Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kota Malang menjadi wilayah yang berkepadatan tinggi disertai dengan kasus TBC yang tinggi pula. namun, jumlah kasus TBC tidak selalu berada pada wilayah dengan berkepadatan penduduk yang tinggi. Kepadatan penduduk tidak dapat dijadikan faktor tunggal sebab tingginya kasus TBC di Jawa Timur. Ada faktor lain sebagai penyebab tingginya kasus TBC di Jawa Timur pada tahun 2021-2023. Perlu prioritas program-program kesehatan yang tepat sasaran oleh pemangku kebijakan terkait