Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan keluhan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh penggunaan Visual Display Terminal (VDT). Alat yang termasuk VDT, diantaranya komputer, telepon genggam, laptop, tablet. Dampak yang dapat muncul jika keluhan CVS tidak ditangani adalah terjadinya hambatan dalam aktivitas sehari-hari, seperti penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan keluhan CVS pada pekerja Personalia dan K3 di Perusahaan X Kota Surabaya. Dengan memahami faktor yang berkontribusi terhadap keluhan CVS diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pencegahan yang lebih efektif. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja sub bagian Personalia dan K3 sebanyak 10 orang. Sampel penelitian ini adalah 10 pekerja sub bagian Personalia dan K3 dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel independen, meliputi usia, masa kerja, lama paparan komputer, dan jarak mata terhadap pusat monitor. Variabel dependen, meliputi keluhan CVS. Pengumpulan data menggunakan data primer berupa Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan keluhan CVS meliputi masa kerja dan lama paparan komputer. Sedangkan faktor usia dan jarak mata terhadap pusat monitor tidak berhubungan dengan keluhan CVS. Sebaiknya perusahaan melakukan edukasi kepada pekerja terkait upaya menghindari terjadinya keluhan CVS dengan cara mengistirahatkan mata secara berkala menggunakan prinsip 20/20/20 serta mengadakan program pemeriksaan kesehatan mata secara berkala. Selain itu, pekerja sebaiknya menggunakan kacamata anti radiasi serta mengaktifkan reading mode dan bluelight filter saat bekerja di depan komputer.