Normaningtyas, Intan Ayu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PNEUMONIA BALITA DI JAWA TIMUR (2021-2023) Normaningtyas, Intan Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43645

Abstract

Pnemonia merupakan penyebab kematian terbesar pada anak di seluruh dunia yang mana 14% penyebab kematian balita di tahun 2019 adalah pneumonia. Pada tahun 2021 pneumonia juga menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita di Indonesia. Salah satu faktor penyebab dari pneumonia balita adalah ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap cakupan ASI eksklusif dan kasus pnemunia balita dan melakukan analisis hubungan antara keduanya di Jawa Timur tahun 2021-2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi ekologi. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2021-2023. Pemetaan menggunakan aplikasi Q-GIS dan analisis hubungan menggunakan uji spearman dengan aplikasi R studio. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2021 mayoritas wilayah di Jawa Timur telah mencapai target cakupan ASI eksklusif dan ada 2 wilayah yang tidak mencapai target yaitu Blitar (42,1%) dan Sumenep (44,2%). Pada tahun 2022 terdapat 6 wilayah yang tidak memenuhi target capaian, antara lain Ngawi (49%), Sumenep (47%), Bangkalan (32%), Pasuruan (25%), Ponorogo (24%), dan Sampang (12%). Tahun 2023 terdapat 21 wilayah yang tidak mencapai target cakupan ASI eksklusif. Uji statistik menunjukkan hubungan negatif yang sangat lemah antara cakupan ASI eksklusif dan pneumonia balita (r value= -0,0027), hubungan positif yang sangat lemah di tahun 2022 dan 2023 (r value= 0,1377 dan 0,2947). Hubungan yang lemah tersebut disebabkan oleh adanya faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian pneumonia balita.