Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Habib Bullah; Sisca Oktarini; Yuli Permata Sari
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 7 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss7pp2038-2046

Abstract

The high prevalence of hypertension is one of the problems that affect the health status of the community. lifestyle changes, age, gender, and factors that encourage the onset of hypertension. To prevent hypertension from causing further complications, appropriate and efficient treatment is needed, the treatment of hypertension in general is pharmacological. The management of hypertension can use non-pharmacological therapy by soaking the feet in warm water. The purpose of this study was to determine the difference before and after giving a foot soak using warm water to the degree of blood pressure in hypertensive patients in the Working Area of the Tigo Baleh Health Center, Bukittinggi City. This study used a sample of 10 respondents with an experimental design one group times series design, namely checking blood pressure before and after giving a warm water foot soak. The data processing technique uses SPSS 16 with data analysis using the Paired T-Test. The results of the study found that the mean pre- test (3.40) and post-test (2.30) were the results of the Paired T-Test and obtained a value of p <0.05, which is 0.00, meaning that there is an influence between blood pressure before and after given a warm water foot soak. From the results of this study, soaking feet using warm water on a decrease in blood pressure has an effect on hypertension sufferers in the Working Area of the Tigo Baleh Health Center, Bukittinggi City. Thus, soaking feet in warm water can be used as a non- pharmacological method of lowering blood pressure in sufferers
ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN TERHADAP SUPERVISI PROGRAM TUBERKULOSIS DI INDONESIA: SUATU TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK Sisca Oktarini; Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30690

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, dan Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban kasus tertinggi di dunia. Penguatan supervisi program TB merupakan strategi kunci dalam menjamin mutu layanan, kepatuhan terapi, dan pencapaian target eliminasi TB tahun 2030. Namun, berbagai evaluasi menunjukkan implementasi supervisi di lapangan masih belum optimal akibat kendala kebijakan, sumber daya manusia, dan sistem monitoring yang belum terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah serta kebijakan kesehatan yang mendukung pelaksanaan supervisi program TB di Indonesia, sebagai dasar pengembangan model kebijakan pengawasan program yang efektif, terukur, dan berkelanjutan. Kajian ini merupakan tinjauan literatur sistematik terhadap artikel yang diterbitkan antara tahun 2021–2025. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Scopus, ScienceDirect, WHO IRIS, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “tuberculosis program supervision”, “health policy”, “monitoring and evaluation”, dan “national TB strategy”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dinilai menggunakan pedoman PRISMA 2020, dan data diekstraksi dalam bentuk tabel yang mencakup penulis, tahun, jurnal, metode, fokus kebijakan, dan hasil utama. Hasilnya sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa supervisi yang kuat berkontribusi terhadap peningkatan capaian notifikasi kasus, penurunan default rate, dan efisiensi pelaporan program. Hambatan utama meliputi keterbatasan pendanaan, beban kerja pengawas, lemahnya koordinasi antar-level manajemen, serta belum adanya standar nasional supervisi yang adaptif terhadap konteks daerah. Kesimpulan, kebijakan supervisi TB di Indonesia memerlukan pendekatan integratif berbasis bukti, dengan memperkuat tata kelola kebijakan, sistem monitoring digital, pelatihan petugas, dan mekanisme umpan balik berkelanjutan. Supervisi yang efektif akan menjadi elemen penting dalam transformasi sistem kesehatan dan pencapaian eliminasi TB nasional.Kata Kunci: Tuberkulosis, kebijakan kesehatan, supervisi program, monitoring evaluasi.