Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smart Shoes Freshener Sebagai Pewangi Sepatu Dari Bahan Dasar Limbah Ampas Tebu, Limbah Kulit Nanas dan Limbah Kulit Pisang Zulfa, Siti Zakiah; Lastri, Lastri; Natasya, Azura; Marlina, Euis; Fitriani, Nadilla Wahyuni; Juwita, Joy
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2267

Abstract

Permasalahan bau sepatu akibat kelembaban dan pertumbuhan bakteri menjadi kendala bagi masyarakat,terutama pelajar dan pekerja. Sementara itu, limbah organik seperti ampas tebu, kulit nanas, dan kulit pisangyang dihasilkan oleh pedagang kaki lima di Pekanbaru belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan Smart Shoes Freshener , sebuah inovasi pewangi sepatu berbahan dasaralami yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahParticipatory Rural Appraisal (PRA), yang mencakup empat tahap utama: perencanaan partisipatif,penganggaran, implementasi, dan evaluasi. Produksi Smart Shoes Freshener dilakukan melalui serangkaiantahapan, mulai dari pengolahan limbah organik menjadi bahan dasar kertas pewangi, pencampuran dengankopi dan daun mint sebagai agen penyerap bau dan antibakteri, hingga proses pencetakan, pengeringan,dan pengemasan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Shoes Freshene r mampu mengurangibau tidak sedap, menyerap kelembaban, serta memberikan aroma segar yang bertahan lebih lama. Responmasyarakat terhadap produk ini sangat positif, terutama karena praktis digunakan, ramah lingkungan, danmemiliki harga yang terjangkau. Selain memberikan solusi terhadap masalah bau sepatu, program ini jugaberkontribusi dalam pengurangan limbah organik dan membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.Dengan demikian, inovasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan yang lebihbersih, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan sepatu, serta mendorongpemanfaatan limbah organik sebagai produk bernilai guna.
Penyuluhan Pencegahan Stunting Pada Balita di Posyandu Kelurahan Tanjung RHU Kota Pekanbaru Zulfa, Siti Zakiah; Adelia, Isnaini; Wahyudi, Nabila; Nainggolan, Hotmaida; Syahrani, Natasya Lailatul; Putri, Indah Atika; Juwita, Joy; Rimadani, Ria; Jannah, Wirdatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4037

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia. Upaya pencegahan stunting memerlukan intervensi promotif dan preventif melalui peningkatan pengetahuan ibu sebagai pengasuh utama anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan pencegahan stunting pada balita yang dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Tanjung Rhu Kota Pekanbaru. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi berupa leaflet. Materi penyuluhan mencakup pengertian stunting, faktor penyebab, dampak stunting pada balita, serta upaya pencegahan melalui pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi seimbang, kebersihan lingkungan, dan pemantauan tumbuh kembang secara rutin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu balita terkait konsep stunting dan langkah pencegahannya, yang ditunjukkan melalui kemampuan peserta menjelaskan kembali materi setelah penyuluhan. Partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung tergolong aktif dan responsif. Dengan terlaksananya kegiatan ini, penyuluhan kesehatan terbukti berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita tentang pencegahan stunting, sehingga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mendukung tumbuh kembang balita secara optimal.