Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENDINGIN PADA MESIN TOYOTA KIJANG LGX TAHUN 2003 DAN ANALISA PERMASALAHAN Syaiful Anwar; Niko Ilham Oktofan
Ekliptika Vol. 1 No. 2 (2020): Terbitan Januari 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ekliptika.v1i2.197

Abstract

Pendinginan pada mesin sangat dibutuhkan karena kinerja mesin yang membuat pergesekan antar besi dapat menghasilkan panas yang tinggi. Mobil dengan umur kurang lebih 20 tahun memerlukan perawatan yang baik apalagi kendaraan dinas yang siap siaga untuk digunakan setiap hari seperti Toyota Kijang LGX. Diidentifikasi terdapat gangguan-gangguan yang sering terjadi pada system pendinginan mesin Toyota Kijang LGX seperti kebocoran, gangguan dari kotoran/debu, dan gangguan kotoran yang mengendap sehingga aliran air tidak maksimal. Dalam perawatan system pendingin mesin, tidak disarankan menggunakan air mineral/kran untuk radiator mobil Toyota Kijang LGX tahun 2003 ini karena dapat mempermudah korosi dan sering membuat radiator mengalami overheat. maka disarankan menggunakan air coolent dengan merk TMO Chemical warna air merah (original Toyota Astra Motor).
PERPINDAHAN PANAS PADA AIR RADIATOR TERHADAP EFEKTIVITAS PENYERAPAN PANAS PADA SYSTEM PENDINGIN MESIN MOTOR BENSIN 4 LANGKAH HONDA CBR 150R Syaiful Anwar; Anggi Yanuar Radita Putra
Ekliptika Vol. 1 No. 2 (2020): Terbitan Januari 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ekliptika.v1i2.199

Abstract

Pengambilan data pengujian pada menit pertama terlihat bahwa debit air yang semakin tinggi menjadikan nilai efektifitas radiator semakin meningkat (pada debit 0.033 m3/menit, 3000 rpm) sehingga dengan kata lain debit aliran air berpengaruh terhadap nilai efektifitas radiator. Debit yang semakin tinggi dikarenakan putaran mesin yang semakin tinggi pula sehingga menjadikan penyerapan kalor menjadi semakin maksimal. Hal ini ditandai dengan peningkatan suhu Tc2, peningkatan tersebut menjadikan nilai efektifitas semakin tinggi. Pengambilan data pada menit pertama juga terlihat bahwa nilai efektifitas radiator untuk debit aliran 0.033 m3/menit dengan nilai efektifitas 0.188 merupakan nilai efektifitas tertinggi dibandingkan dengan nilai efektifitas debit yang lain. Kenaikan nilai efektifitas pada menit kelima sampai ke-30 dikarenakan suhu mesin masih dingin untuk dilakukan pendinginan sehingga mengakibatkan penurunan parameter Th1, hal ini menjadikan nilai efektifitas cenderung mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan debit aliran 0.016 m3/menit (1500 rpm) dan 0.024 m3/ menit (2000 rpm).