Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sensory Description: A Local Culture-Based Creative Writing Learning Strategy Elsa Latupeirissa; Jolanda Dessye Parinussa
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi pembelajaran menulis kreatif dengan menggunakan metadata sensorik dalam mengeksplorasi ide siswa untuk menciptakan karya tulis yang baik berdasarkan budaya lokal.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, tes dalam bentuk cerita tertulis, dan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada 20 subjek penelitian. Deskripsi sensorik memberikan rangsangan yang dapat dideskripsikan oleh siswa dengan menggunakan metadata sensorik sebagai upaya untuk mempertajam deskripsi suatu objek yang digunakan sebagai ide tulisan. Hal ini melibatkan indra sebagai bentuk penguatan memori dan objek tulisan. Hasil tes kuantitatif menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa memuaskan. Secara kualitatif, hal ini meningkatkan nilai kepercayaan diri siswa dalam menghasilkan karya baru karena memberikan kesempatan bagi siswa untuk menentukan ide mereka sebagai gagasan dalam kegiatan menulis. Selain itu, siswa menjadi lebih sadar pada budaya daerah mereka dan mengembangkan rasa cinta terhadapnya.
The Formula and Function of Nkabyeu in the Installation Ceremony of Orangkay in Arma Village, Nirunmas District, West Southeast Maluku Regency Yomima Samangun; Falantino Eryk Latupapua; Elsa Latupeirissa
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2026): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol7no1hlm39-46

Abstract

Nkabyeu is a form of oral literature in the Arma community that is performed in traditional ceremonies, particularly in the Orangkay inauguration ceremony. This study aims to describe the formulas and functions of Nkabyeu in the Orangkay inauguration ceremony in Arma Village, Nirunmas Subdistrict, Western Southeast Maluku Regency. This study employs a descriptive qualitative approach. The data consist of Nkabyeu folk songs performed during the Orangkay inauguration ceremony. Data were collected through observation, interviews, field notes, documentation, and recording. The data were analyzed by identifying recurring words, phrases, lines, performance patterns, and the functions of Nkabyeu within the ceremonial context. The findings show that Nkabyeu contains formulaic expressions manifested through the repetition of words, phrases, and lines. These patterns are found in several forms of Nkabyeu, including lele-lele, Frai silai, Myama, and Kruma. Each form also has a distinct performance pattern, including antiphonal singing between male and female groups and singing performed individually or collectively. In addition to its aesthetic function, Nkabyeu serves as a medium for conveying advice, hopes, cultural values, religious expressions, and messages concerning the responsibilities of the Orangkay. Thus, Nkabyeu is an integral part of the Orangkay inauguration ceremony and represents an important form of oral cultural heritage that needs to be preserved and transmitted across generations.