Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KULIAH ENTREPRENEURSHIP TERHADAP MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES BINA USADA ANGKATAN VIII MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR Wirajaya, I Gede; Hakim, Nina Rismawati; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Kio, Alfiery Leda
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LP2M IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.107 KB)

Abstract

Jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sedikit dan terus meningkatnya lulusan perawat setiap tahunnya mengakibatkan banyaknya lulusan sarjana perawat yang menganggur, hal ini menimbulkan suatu masalah di Indonesia. Untuk itu perlu diperkenalkan konsep entrepreneurship di lingkungan kampus sehingga dapat meningkatkan minat perawat menjadi seorang entrepreneur.Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah dengan cara mencari peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kuliah entrepreneurship terhadap minat mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2014 STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur.Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 70 orang mahasiswa keperawatan pada bulan September 2017 di STIKES Bina Usada Bali. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall?s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyukai mata kuliah entrepreneurshipyaitu sebanyak 29 responden (41,4%) dan memiliki minat menjadi entrepreneur yaitu sebanyak 27 responden (38,6%).Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall?s Tau sebesar -0,755 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari ? = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kuliah entrepreneurship dengan minat mahasiswa STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran dan dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga perlu ditanamkan minat entrepreneur pada perawat di lingkungan kampus.
PENGARUH KULIAH ENTREPRENEURSHIP TERHADAP MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES BINA USADA ANGKATAN VIII MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR Wirajaya, I Gede; Hakim, Nina Rismawati; Prihandhani, IGAA Sherlyna; Kio, Alfiery Leda
Widyadari: Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sedikit dan terus meningkatnya lulusan perawat setiap tahunnya mengakibatkan banyaknya lulusan sarjana perawat yang menganggur, hal ini menimbulkan suatu masalah di Indonesia. Untuk itu perlu diperkenalkan konsep entrepreneurship di lingkungan kampus sehingga dapat meningkatkan minat perawat menjadi seorang entrepreneur.Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah dengan cara mencari peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kuliah entrepreneurship terhadap minat mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2014 STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur.Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 70 orang mahasiswa keperawatan pada bulan September 2017 di STIKES Bina Usada Bali. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall?s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyukai mata kuliah entrepreneurshipyaitu sebanyak 29 responden (41,4%) dan memiliki minat menjadi entrepreneur yaitu sebanyak 27 responden (38,6%).Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall?s Tau sebesar -0,755 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari ? = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kuliah entrepreneurship dengan minat mahasiswa STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran dan dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga perlu ditanamkan minat entrepreneur pada perawat di lingkungan kampus.
PENGARUH KULIAH ENTREPRENEURSHIP TERHADAP MINAT MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES BINA USADA ANGKATAN VIII MENJADI SEORANG ENTREPRENEUR I Gede Wirajaya; Nina Rismawati Hakim; IGAA Sherlyna Prihandhani; Alfiery Leda Kio
Widyadari : Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.107 KB)

Abstract

Jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sedikit dan terus meningkatnya lulusan perawat setiap tahunnya mengakibatkan banyaknya lulusan sarjana perawat yang menganggur, hal ini menimbulkan suatu masalah di Indonesia. Untuk itu perlu diperkenalkan konsep entrepreneurship di lingkungan kampus sehingga dapat meningkatkan minat perawat menjadi seorang entrepreneur.Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dalam memecahkan suatu masalah dengan cara mencari peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kuliah entrepreneurship terhadap minat mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2014 STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur.Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 70 orang mahasiswa keperawatan pada bulan September 2017 di STIKES Bina Usada Bali. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat Korelasi Kendall’s Tau. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menyukai mata kuliah entrepreneurshipyaitu sebanyak 29 responden (41,4%) dan memiliki minat menjadi entrepreneur yaitu sebanyak 27 responden (38,6%).Analisis bivariat dengan nilai korelasi Kendall’s Tau sebesar -0,755 menunjukkan adanya tingkat hubungan yang lemah dengan nilai p= 0,00 lebih kecil dari α = 0,05 (p<0,05) yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kuliah entrepreneurship dengan minat mahasiswa STIKES Bina Usada Bali menjadi entrepreneur. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran dan dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan sehingga perlu ditanamkan minat entrepreneur pada perawat di lingkungan kampus.
Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas II Denpasar Selatan Sherlyna Prihandhani, IGAA; Rismawati Hakim, Nina; Wirajaya, I Gede
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 1 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i1.29

Abstract

Salah satu penyebab buruknya aspek kesehatan di Indonesia adalah tidak meratanya pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.40 tentang sistem Jaminan sosial nasional (SJSN). Berdasarkan data di Puskesmas II Denpasar Selatan terdapat 689 orang pengguna BPJS, dimana setelah di wawancarai sebanyak sepuluh orang terdapat tujuh diantara sepuluh orang mengatakan tidak puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskemas II Denpasar Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang digunakan adalah pasien yang berkunjung atau berobat ke Puskesmas II Denpasar Selatan menggunakan BPJS sebanyak 253 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan p value= 0,001 dengan kepuasan pasien dimana nilai p < 0,05. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi dan acuan untuk penelitian selanjutnya agar dapat melakukan pengkajian lebih mendalam tentang faktor-faktor lainnya yang berkontribusi terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS seperti suasana, image.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Terhadap Tingkat Kecemasan Penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar Wishnuningsih, Aryanti; Sherlyna Prihandhani, IGAA; Wirajaya, I Gede
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.216

Abstract

Latar Belakang: Deteksi dini HIV (Human Immunodeficiency Virus) pada pasien Tuberculosis terdapat pada standar 14 ISTC (International Standards of Tuberculosis Care). Belum meratanya kesadaran/ pengetahuan mengenai HIV/AIDS, dan stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) bisa menjadi kendala dalam upaya mengakhiri epidemic AIDS. Infeksi HIV menjadi bagian dari penyakit kronis yang menimbulkan tekanan psikologis dan rasa cemas pada ODHA. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS terhadap tingkat kecemasan penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional melibatkan 21 pasien Tuberculosis yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling. Responden menjawab pertanyaan pada kuesioner yang akan menunjukkan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS serta tingkat kecemasan responden. Data tersebut kemudian diuji menggunakan analisis spearman rank. Hasil: Dari hasil analisis didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,022, yang berarti ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan tingkat kecemasan penderita Tuberculosis di Rumah Sakit X Denpasar. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan responden masuk dalam kategori baik, namun demikian ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan terutama pengetahuan tentang pencegahan penularan HIV dari Ibu ke anak. Kedepannya diharapkan penyuluhan atau pemberian informasi baik secara online, offline atau media apapun tentang hal ini lebih ditingkatkan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan informasi pada masyarakat yang berdampak pada pengetahuan dan sikap masyarakat itu sendiri kearah yang lebih baik.