Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INVENTARISASI SERANGGA POLINATOR PADA TANAMAN SORGUM RATUN (Sorghum bicolor (L.) Moench) DI KECAMATAN RAMBUTAN KOTA TEBING TINGGI Aulia Nisa, Sistanshia Chaumi; Siregar, Amelia Zuliyanti; Oemry, Syahrial
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1894

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menginventarisasi serangga polinator pada pertanaman sorgum ratun di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Link. IV Kel. Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, dan kemudian dilanjutkan dengan identifikasi di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan menggunakan metode purposive sampling dan dilaksanakan pada Mei 2021 hingga Oktober 2021. Tipe perangkap yang digunakan adalah perangkap jaring dan perangkap kuning dengan masingmasing perangkap memiliki 4 ulangan. Dari hasil penelitian ini, teridentifikasi serangga polinator terdapat 3 ordo (Hymenoptera, Lepidoptera, dan Diptera) yang terdiri dari 8 famili dan 13 Genus, dengan jumlah total serangga yang tertangkap adalah sebanyak 198 individu. Nilai INP tertinggi polinator yang teridentifikasi adalah 38,3%. Indeks keanekaragaman Shanon-Weiner (H’) 2,11 (kategori sedang). Nilai Indeks Kemerataan Jenis, yaitu 0,829 (kategori tinggi). Nilai Indeks Kekayaan Jenis, yaitu 2,269 (kategori rendah). Serangga polinator yang berhasil diinventarisasi adalah genus Xylocopa, Apis, Chalybion, Phimenes, Vespa, Austroscolia, Megascolia, Papilio, Junonia, Appias, Euthalia, Hypolimnas and Culex. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat berpotensi digunakan sebagai bahan pangan maupun pakan ternak alternatif.
Pemanfaatan Cyber Extension oleh Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Deli Serdang Pakpahan, Tience E; Siregar, Amelia Zuliyanti; Sitanggang, Theresia Inova
Paradigma Agribisnis Vol 5 No 2 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i2.7485

Abstract

Cyber Extension, aplikasi yang diluncurkan Kementrian Pertanian sejak tahun 2010 hingga kini,  sehingga dapat meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. Pengkajian bertujuan mengetahui tingkat pemanfaatan Cyber Extension oleh penyuluh pertanian dalam meningkatkan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian menggunakan metode deskriptif dan kuisioner. Pelaksanaan pengkajian di Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan alasan tertentu. Sampel ditentukan dengan metode proportional random sampling sebanyak 55 responden dari penyuluh pertanian yang aktif. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat pemanfaatan Cyber Extension oleh penyuluh pertanian dalam meningkatkan kinerja penyuluh pertanian sebesar 81,71%. Hasil regresi linier berganda yaitu secara serempak keseluruhan variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap pemanfaatan Cyber Extension. Secara parsial, variabel karakteristik , motivasi penyuluh, keaktifan dalam memanfaatkan Cyber Extension dan ketersediaan sarana akses berpengaruh dan variabel faktor lingkungan tidak berpengaruh Kata kunci : Pemanfaatan, Cyber Extension, Kinerja, Regresi Linier, Kabupaten Deli Serdang 
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) pada Tanaman Jagung dengan Menggunakan Pestisida Nabati di Simalungun Purba, Jamarkos; Yahya, Mukhlis; Siregar, Amelia Zuliyanti
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.2079

Abstract

The armyworm pest is one of the main problems in corn cultivation in Silou Kahean District, Simalungun Regency, Nortern Sumatera. Farmers' lack of understanding of environmentally friendly control methods has led to the continued high use of pesticides. This study aims to: (1) identify the potential areas for agricultural extension, (2) analyze the objectives of extension activities on armyworm control using botanical pesticides, (3) analyze the objectives of extension activities based on farmers' socio-economic characteristics, (4) assess farmers' acceptance of extension activities, and (5) determine farmers' acceptance of the extension program design. The research method used is quantitative descriptive with data collection techniques through questionnaires and interviews. The research was conducted from April to June 2024 and calculated using a rating scale. The results showed that the extension targets were corn farmers who were members of farmer groups. The material provided focused on the use of botanical pesticides in controlling grayak caterpillars. The media used were brochures and caterpillar samples, with methods including lectures, discussions, and compression. The extension activities were conducted three times at the extension service post and on farmers' land. The conclusion indicates that the extension activities were well received by farmers and deemed beneficial in supporting more sustainable agricultural practices. Keywords: Extension program design; farmers; gray caterpillars; corn; botanical pesticides.     ABSTRAK Hama ulat grayak merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya jagung di Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kurangnya pemahaman petani terhadap metode pengendalian yang ramah lingkungan menyebabkan masih tingginya penggunaan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, (2) menganalisis tujuan penyuluhan pengendalian ulat greyak dengan pestisida nabati, (3) menganalisis tujuan penyuluhan berdasarkan karakteristik sosial dan ekonomi petani, (4) menilai tingkat penerimaan petani terhadap kegiatan penyuluhan, dan (5) mengetahui penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang disusun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2024 dan dihitung menggunakan skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sasaran penyuluhan adalah petani jagung anggota kelompok tani. Materi yang diberikan fokus pada penggunaan pestisida nabati dalam pengendalian ulat greyak. Media yang digunakan berupa brosur dan contoh ulat, dengan metode ceramah, diskusi, dan kompresi. Kegiatan penyuluhan dilakukan sebanyak tiga kali di pos layanan penyuluhan dan lahan petani. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan diterima dengan baik oleh petani dan dinilai bermanfaat dalam mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Keywords: Rancangan penyuluhan; petani; ulat grayak; jagung; pestisida nabati.