Masruri, Toni
Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tata Laksana Mucous Membrane Pemphigoid (MMP) yang Dipicu Oleh Obat Herbal Masruri, Toni; Harijanti, Kus
Insisiva Dental Journal Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Mucous Membrane Pemphigoid (MMP) adalah suatu kelainan autoimun yang jarang terjadi. Gambaranlesinya sangat bervariasi (dengan didahului lesi berbentuk blisters) biasanya melibatkan mukosa oral dan mukosamata. Kelainan ini sering menyerang penderita usia diatas 50 tahun. Berdasarkan gambaran klinis diagnosis penyakitini sulit dibedakan dengan penyakit autoimun lain yang melibatkan mukosa, dan sering dipicu oleh penggunaanobat-obatan. Tujuan: Melaporkan tata laksana kasus pada penderita MMP usia 60 tahun suku Jawa Kasus: Pasienwanita, usia 60 tahun sejak 3 bulan yang lalu terdapat ulser disertai erosi di seluruh mukosa rongga mulut dan adasedikit perdarahan, tanpa fase sembuh, terasa sakit. Ulser muncul tanpa didahului gejala prodromal. Pada bibir bawahditemukan adanya krusta, warna coklat kehitaman, sakit dan tidak ditemukan adanya lesi di kulit dan mata. Pasienmengaku sering mengkonsumsi obat-obatan herbal. Tata Laksana: Pasien diresepkan obat kumur antiinflamasi dan antiseptik. Dan kemudian dilakukan beberapa tes penunjang. Hasil tes menunjukkan terdapat kenaikan Laju EndapDarah, pemeriksaan mikologi menunjukkan adanya yeast, fungsi hati, ginjal, dan kadar gula darah normal. Pasiendirawat dengan kortikosteroid per oral, antifungi topikal, immunomodulator, dan obat kumur antiseptik. Perawatandilakukan selama 1 bulan. Kesimpulan: Diagnosis Mucous Membrane Pemphigoid (MMP) ditegakkan berdasarkananamnesis, gambaran klinis, pemeriksaan ektra oral dan intra oral. Perawatan Mucous Membrane Pemphigoid (MMP)memerlukan pemberian kortikosteroid jangka panjang, oleh karena itu dibutuhkan kerjasama yang baik antara operatordan pasien, ketaatan pasien dalam minum obat serta kontrol teratur.