Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Kelembagaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Kementerian Keuangan: Sebuah Inspirasi Suparwanto, Daviq
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April 2023
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v2i1.12

Abstract

Upaya reformasi pengadaan barang/jasa telah dilakukan, dan akan terus dilanjutkan yang meliputi 4 pilar reformasi. Satu pilar di antaranya yaitu kerangka institusi dan manajemen kapasitas, berupa kelembagaan organisasi pengadaan, peningkatan kualitas SDM pengadaan, dan integrasi dengan sistem informasi. Fungsi pengadaan sebagai fungsi penunjang di institusi besar seperti Kementerian Keuangan memiliki peran strategis dalam menunjang core bussines-nya. Lalu akan seperti apa UKPBJ yang akan diwujudkan sebagai Pusat Keunggulan/ Center of Excellence (CoE) Pengadaan Barang/Jasa. CoE dimaksudkan sebagai wadah yang berisi berbagai alat bantu (paradigma, pengetahuan, kemampuan, dan lainnya) yang merupakan enabler dalam penciptaan nilai tambah dan manfaat kegiatan pengadaan di Indonesia. Di abad ke-21 ini perubahan berlangsung begitu cepat serta kompleksitas yang semakin meningkat sudah menjadi sesuatu yang normal. Di era globalisasi yang semakin cepat, organisasi pemelajar dengan fleksibilitasnya dalam beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan kompleks menjadi suatu kebutuhan. Maksud kajian kelembagaan UKPBJ ini adalah untuk mewujudkan UKPBJ yang berperan strategis dan memiliki kelincahan (agility) mengikuti dinamika organisasi, yaitu UKPBJ sebagai organisasi pemelajar yang efektif dan fleksibel/agile terhadap kebutuhan jangka menengah/panjang organisasi. Beberapa variabel yang digunakan dalam kajian ini yaitu struktur organisasi, trend belanja pengadaan beberapa tahun terakhir, kategori belanja (spend analysis), fungsi monev kinerja, fungsi konsolidasi dan perencanaan strategis, fungsi pengembangan SDM, fungsi pengelolaan informasi penyedia, fungsi sistem informasi, serta fungsi project management office (PMO). Kajian dilakukan dengan metode studi literatur. Kesimpulan kajian di antaranya yaitu agar organisasi dapat bersifat agile maka diterapkan desain organisasi projectize/ team-based structure, menerapkan konsep organisasi pembelajar, SDM diisi oleh profesional pengadaan, dan menerapkan manajemen berbasis risiko.
Analisis Kinerja Pengadaan Barang/Jasa Suparwanto, Daviq
Jurnal Pengadaan Barang dan Jasa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengadaan Barang dan Jasa, Edisi Oktober 2025
Publisher : Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55961/jpbj.v4i2.84

Abstract

Pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan instrumen krusial untuk pembangunan nasional, namun implementasinya seringkali tidak mencapai kinerja yang ideal. Permasalahan fundamental yang teridentifikasi adalah lemahnya sistem pengukuran kinerja, yang cenderung terbatas pada aspek finansial seperti penyerapan anggaran, sehingga gagal merefleksikan efektivitas dan kualitas belanja negara secara utuh. Fenomena ini termanifestasi dalam bentuk keterlambatan penyelesaian pekerjaan, kualitas hasil yang tidak memenuhi spesifikasi, dan sengketa kontrak yang berulang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pengadaan serta merumuskan strategi peningkatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis melalui studi literatur yang mendalam. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 20 variabel yang memiliki pengaruh signifikan, yang kemudian disintesis dan dikelompokkan ke dalam enam kategori utama: sumber daya, manajemen dan kepemimpinan, proses dan tata kelola, stakeholder dan komunikasi, sistem informasi, serta penyedia. Berdasarkan pemetaan faktor-faktor tersebut, dirumuskan serangkaian rekomendasi strategis yang aplikatif, mulai dari penguatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan manajemen kontrak yang disiplin, optimalisasi sistem informasi, hingga pembinaan penyedia. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi berupa sebuah kerangka kerja konseptual yang dapat dijadikan acuan oleh para pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja pengadaan secara sistematis dan berkelanjutan.