Keaktifan peserta didik dalam mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP) masih menjadi tantangan, terutama pada kelas dengan karakteristik peserta didik yang heterogen. Kondisi tersebut juga ditemukan di SMP Negeri 2 Baturaden, yang ditandai dengan rendahnya partisipasi peserta didik dalam bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran aktif yang mampu melibatkan peserta didik secara optimal, salah satunya melalui strategi peer teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi peer teaching serta dampaknya terhadap keaktifan peserta didik pada pembelajaran PAI dan BP di SMP Negeri 2 Baturaden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi peer teaching dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar berdasarkan kurikulum merdeka dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pembentukan kelompok belajar, penunjukan tutor sebaya, serta diskusi kelompok yang difasilitasi oleh guru. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengamatan keaktifan peserta didik, refleksi pembelajaran, dan tes formatif sederhana. Penerapan strategi peer teaching terbukti mampu meningkatkan keaktifan peserta didik yang ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi dalam diskusi, keberanian bertanya, kerja sama kelompok, serta kemampuan memecahkan masalah. Strategi ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran aktif untuk meningkatkan keaktifan peserta didik pada pembelajaran PAI dan BP.