Penelitian ini berguna agar menganalisis efisiensi dan efektivitas setiap tahap produksi sehingga diperoleh teknik yang terbaik guna untuk meningkatkan kualitas produk sablon di MyBlessing Cloth, dan juga untuk mengetahui apakah implementasi teknologi baru membawa keuntungan kompetitif. Metode yang dipakai pada penelitian ini termasuk metode Participatory Action Research (PAR). Participatory Action Research (PAR) termasuk penelitian yang melibatkan peserta atau pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam penelitian. PAR bertujuan untuk memahami secara lebih baik konteks sosial, budaya, dan ekonomi dimana penelitian dilakukan, serta untuk mendorong partisipasi langsung bagi mereka yang terlibat. Metode PAR mampu menjelaskan tentang bagaimana mengubah cara berpikir agar menjadi suatu proses transformasi. Teknik produksi yang digunakan di MyBlessing Cloth menggunakan teknik digital printing dan manual printing, untuk digital printing melibatkan usaha mitra dari MyBlessing Cloth karena kapasitas produksi belum bisa memenuhi. Kaos sablon yang diproduksi oleh MyBlessing Cloth tentu memperoleh mutu yang positif, hal ini bisa diperhatikan lewat hasil produksi dimana warna dari desain sama dengan warna yang dihasilkan dari proses produksi, selain itu ketahanan sablon juga sangat baik, tidak mudah pecah dan berubah warna hal ini adalah hasil dari pemilihan bahan baku yang sangat berkualitas, dikarenakan bagi pemilik MyBlessing Cloth kualitas adalah nomor satu. Permasalahan utama yaitu pemilihan teknik produksi yang terbaik, penyediaan permintaan pasar, dan kurangnya branding yang kuat. Dapat diselesaikan dengan penelitian ini. Pemilihan bahan baku dan teknik produksi juga diidentifikasi sebagai elemen penting dalam hasil produksi. Kesimpulan penelitian perlunya pemilihan strategi produksi, dan penentuan harga yang barsaing, sehingga UMKM sablon dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci: teknik sablon, PAR, UMKM, daya saing