Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MAGGOT BSF (Black Soldier Fly) DI BANK SAMPAH SULTAN TANJUNG LINGKUNGAN KARANG SUKUN, KELURAHAN TANJUNG, KECAMATAN LABUAN HAJI, LOMBOK TIMUR Bayu, Giri; Islam, Lalu Azan; Fauzi, M. Taufik; M.Ardinata; Nabila; Zain, Ihsani Nurmayanti; Hidayat, Syarif; Hanifatunnida, Ria Safna; Rohaniah; Sajidah, Hanna Risma; Ijtihad, Manarul
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4109

Abstract

Organic waste is still a problem in Indonesia due to the increasing population and the problem of waste processing is still not resolved. Waste processing requires proper handling to decompose waste generation, especially organic waste. The aim of this activity is to describe the use of Black Soldier Fly (BSF) in processing organic waste. The method of this activity is a demonstration plot technique which can be used as a place of learning for the community to improve their knowledge and skills. The result of this activity is that it can reduce organic waste originating from markets, households and restaurants, thereby reducing the amount of organic waste produced. In conclusion, the use of maggots in processing organic waste can reduce organic waste disposed of at TPS.
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MAGGOT BSF (Black Soldier Fly) DI BANK SAMPAH SULTAN TANJUNG LINGKUNGAN KARANG SUKUN, KELURAHAN TANJUNG, KECAMATAN LABUAN HAJI, LOMBOK TIMUR Bayu, Giri; Islam, Lalu Azan; Fauzi, M. Taufik; M.Ardinata; Nabila; Zain, Ihsani Nurmayanti; Hidayat, Syarif; Hanifatunnida, Ria Safna; Rohaniah; Sajidah, Hanna Risma; Ijtihad, Manarul
Jurnal Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i2.4109

Abstract

Organic waste is still a problem in Indonesia due to the increasing population and the problem of waste processing is still not resolved. Waste processing requires proper handling to decompose waste generation, especially organic waste. The aim of this activity is to describe the use of Black Soldier Fly (BSF) in processing organic waste. The method of this activity is a demonstration plot technique which can be used as a place of learning for the community to improve their knowledge and skills. The result of this activity is that it can reduce organic waste originating from markets, households and restaurants, thereby reducing the amount of organic waste produced. In conclusion, the use of maggots in processing organic waste can reduce organic waste disposed of at TPS.
Perlindungan Hukum Guru Dalam Dugaan Pencabulan Anak: Analisis Yuridis Normatif Putusan Pn Kendari Nomor 249/Pid.Sus/2025/PN Kdi Rohaniah; Shofiatul Munawwaroh
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jimkmc.v3i12.2038

Abstract

Kasus dugaan pencabulan anak yang melibatkan profesi guru menimbulkan persoalan hukum yang kompleks karena berada pada irisan antara kewajiban perlindungan anak dan jaminan perlindungan hukum bagi pendidik. Putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Kendari memiliki relevansi akademik untuk ditelaah karena memperlihatkan cara hakim membangun serta mengoperasionalkan norma dalam penyelesaian perkara konkret. Kajian ini diarahkan untuk mengurai pola pengaturan dan bangunan penalaran hukum yang digunakan dalam putusan tersebut, sekaligus mengevaluasinya dari sudut pandang perlindungan terhadap pihak yang rentan dan jaminan keadilan bagi pendidik sebagai subjek hukum. Kerangka penelitian ditempatkan dalam ranah doktrinal dengan menitikberatkan pada penafsiran regulasi yang berlaku serta analisis terhadap putusan pengadilan sebagai objek utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim bertumpu pada ketentuan normatif yang mengatur pemidanaan dan mekanisme perlindungan anak, namun dalam implementasinya masih tampak adanya tarik-menarik prinsip antara prioritas kepentingan terbaik bagi anak dan keharusan menjaga prinsip tidak bersalah sebelum dibuktikan terhadap pendidik yang berstatus terdakwa. Putusan tersebut mencerminkan upaya pengadilan dalam menyeimbangkan perlindungan korban anak dengan jaminan keadilan dan kepastian hukum bagi profesi guru. Kesimpulannya, diperlukan konstruksi norma hukum yang lebih proporsional agar perlindungan anak tetap optimal tanpa mengabaikan hak-hak hukum guru dalam proses peradilan pidana.